Ingat Emak-emak yang Pukul Wajah Anak SD saat Bagi Rapor? Begini Nasibnya Sekarang

Senin, 06 Januari 2020 – 23:00 WIB

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

MAKASSAR, REQnews - Masih ingat kasus seorang emak-emak yang pukul wajah anak Sekolah Dasar saat kegiatan bagi rapor? Setelah pelaku ditangkap, ternyata ayah korban pemukulan mencabut laporan polisi.

Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan mengatakan kasus tersebut berakhir damai. Pelaku yang bernama Daeng Manting pun dibebaskan.

"Damai. Jadi ada pencabutan laporan dari pihak pelapor atau dari ayah korban," kata Kompol Wayan kepada wartawan di Mapolsek Biringkanaya, Jl Kapasa Raya, Makassar, Senin 6 Januari 2020.

Wayan mengatakan, kesepakatan damai antara pihak korban dan tersangka disaksikan oleh pejabat setempat dan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar.

"Dan kemungkinan setelah ini kasus ini sudah bisa diselesaikan. Istilahnya penyelesaian di luar pengadilan, kekeluargaan," kata dia.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu-ibu di sebuah sekolah di Makassar, Sulawesi Selatan, memukul wajah seorang anak diduga siswi SD viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 30 detik itu tampak seorang ibu-ibu berkerudung biru memukul seorang anak yang sedang duduk di dalam ruangan seperti kelas.

Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Bondan Wicaksono, mengatakan pelaku melakukan aksinya karena emosi mengetahui korban pernah memukul anak pelaku secara tidak sengaja menggunakan sapu hingga mengalami luka di kepala.

"Sempat kami interogasi karena emosi luka anaknya yang ada benjol di kepalanya. Awal mulanya ini pada tanggal sekitar 24 atau 23 sebelum Natal korban ini bermain sapu di ruang kelas, terus secara tidak sengaja sapu ini mengenai anak dari Daeng Manting (pelaku) ini, ada juga luka di kepala anaknya ada benjolan di kepala anaknya," ujar Iptu Bondan Wicaksono, pada Minggu 29 Desember 2019.

Pelaku yang bertemu dengan korban di kegiatan penerimaan rapor sekolah, kemudian naik pitam setelah korban mengakui perbuatannya meski hal itu diketahui tidak sengaja dilakukan.

"Setelah itu tadi ketemu (pelaku dan korban) saat ambil rapor, konfirmasi ke korban benar korban mengakui bahwa dia memukul tapi tidak sengaja karena saat itu memainkan sapu terkena dari anak dari terduga pelaku jadi menimbulkan luka," kata Bondan.

Lanjut Bondan, saat melakukan bertanya-tanya ke korban perihal anaknya yang pernah dilukai secara tidak sengata, saat itulah pelaku disebut emosi hingga memukul wajah korban.

"Dikonfirmasi (pelaku) ditanya-tanya (akhirnya pelaku) emosi khilaf hingga akhirnya terjadi pemukulan," lanjut Bondan. (Ananda)