Bongkar Perselingkuhan Istri dan Kades, Suami Dapat Petunjuk lewat Doa

Selasa, 14 Januari 2020 – 14:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN, REQnews - Seorang Kepala Desa (Kades) Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sumut digerebek di hotel bersama selingkuhannya berinisial DF, yang masih berstatus istri sah pria lain. Padahal Subandi baru dilantik 31 Desember 2019 lalu.

Akibat perbuatannya maksiatnya ini, warga desapun murka. Namun yang bikin miris adalah kabar terkuaknya hubungan terlarang antara Kades dengan DF diketahui melalui suami DF sendiri.

Suami sah DF, NG mengaku telah merasakan adanya perubahan di tingkah laku sang istri yang disebut-sebut mudah marah dan membencinya. Bahkan, NG sampai dibuat tak bisa tidur akibat perubahan sikap sang istri.

"Tiga hari ini saya pun enggak bisa tidur. Itulah berzikir saya kalau malam minta petunjuk. Baru kemarin itu ada petunjuk dari yang Kuasa tadi ikutilah istrimu gitu. Barulah saya ikuti kemarin," katanya, Minggu 12 Januari 2020.

Peristiwa penggerebekan sang istri bersama oknum Kades tersebut bermula saat DF pamit hendak berbelanja ke Medan.

Dari persimpangan Jalinsum istrinya itu naik angkot Sandra Prima dan turun di kawasan Pasar Bengkel. Namun, ketika dibuntuti, NG justru terheran karena sang istri naik ke mobil orang lain.

"Aku pun heran juga kok turun di Pasar Bengkel baru kemudian pindah ke mobil. Dari situ sudah muncul kecurigaan. Kuikuti terus sama kawan naik sampai kemudian ke hotel. Ya sampai hotel minta izin kita untuk dibuka kan kamarnya, dan mereka sudah di dalam berduaan," ujarnya.

Penggerebekan yang dilakukan Ng ini pun terekam dalam video dan beredar di media sosial. Saat itu tampak dalam rekaman kalau istrinya sudah melepas pakaiannya dan hanya terbalut handuk saja.

Karena sudah terbukti main serong di belakangnya, NG pun berencana untuk menggugat cerai istrinya. Bahkan, anak-anaknya pun merasa kecewa dengan kelakuan sang ibu yang tidak terpuji tersebut.

Lebih lanjut, NG juga meminta pihak kepolisian agar dapat menangani kasus ini secara profesional.

"Ya, mau kuajukan gugatan (cerai). Anak-anak pun sudah benci melihat ibunya gitu. Saya minta proses hukumnya harus berjalanlah," katanya.

Sementara itu, warga desa yang dipimpin oleh Subandi juga tak dapat membendung kekesalannya akibat ulah Kades mereka.

"Ya, betul-betul malu kalilah kami memilihnya kemarin. Viral pula kejadiannya penggerebekan ya kan. Maksud kami memilih dia itu sebagai Kades supaya bisa berubah desa ini, tapi rupanya seperti itu kelakuannya," ucap salah satu warga.

Informasi yang didapat dari warga kalau Subandi sebelumnya merupakan mantan Caleg dari Partai Nasdem. Karena kalah saat pemilu ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai Kades. Ia juga merupakan pensiunan TNI AD yang berpangkat terakhir mayor.

"Kalau istrinya sudah meninggal. Inikan yang dibawa ke hotel kemarin istri sah orang lain. Ya warga sudah enggak mau lagi lah dia jadi pemimpin di desa ini sekarang," katanya.

Sementara itu, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sei Buluh, Ifen menyebutkan jika warga mendesak agar Subandi segera diberhentikan.

Ifen mengatakan warga terus mengadu terkait hal ini sejak kemarin. Ia sendiri pun merasa kecewa dengan Subandi.

"Banyak masyarakat enggak terima. Kades kok perbuatannya enggak-enggak. Enggak senonoh kali," kata Ifen.

Ia membenarkan kalau SB adalah pensiunan TNI, sedangkan istri Subandi diketahui telah meninggal dunia.

"Dia pensiunan TNI memang. Orangtuanya asli orang sini. Karena banyak masyarakat yang ngadu, ya kami mau secepatnyalah ini melapor ke (Pemerintah) Kecamatan. Kami mau minta petunjuk juga nanti cemana tindaklanjutnya. Setelah kejadian ini kecewa kali sudahan masyarakat. Masa begitu kali tindakannya," katanya. (Binsasi)