Noviana, Lulusan Hukum Terbaik Unair yang Rela Ngamen hingga Diciduk Aparat Demi Bisa Kuliah

Rabu, 15 Januari 2020 – 20:30 WIB

Noviana saat diwisuda. (Foto: Dok. Unair)

Noviana saat diwisuda. (Foto: Dok. Unair)

SURABAYA, REQnews - Tak sedikit orang yang berjuang mati-matian demi mengejar cita-citanya. Salah satunya ialah Noviana, sarjana yang menjadi lulusan hukum terbaik di Universitas Airlangga.

Bisa dibilang, Noviana bukanlah orang terlahir beruntung bisa mengenyam pendidikan tanpa harus memikirkan biaya. Baginya, butuh perjuangan untuk bisa lulus kuliah dan menjadi wisudawan terbaik.

Wanita asal Surabaya, Jawa Timur ini terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Meski demikian, ia berhasil memperoleh gelar sebagai wisudawan terbaik.

Namun, perjuangannya untuk bisa mengenyam pendidikan itu tidaklah mudah, karena ia harus bekerja untuk membantu pundi-pundi keuangan keluarganya.

Dilansir dari website resmi Unair, ayah Noviana berprofesi sebaga kuli bangunan dan mengalami kecelakaan parah saat bekerja. Noviana pun menceritakan setelah kecelakaan tersebut, ayahnya menjadi tukang becak.

"Karena kekurangan biaya, bapak tidak dioperasi. Beliau segera bangkit dan menjadi tukang becak walaupun belum sepenuhnya sembuh. Tidak lama berselang, becak bapak dicuri," kata Noviana.

Anak ke empat dari delapan bersaudara ini memilih untuk mengamen ketika kedua orangtuanya sakit. Noviana bercerita, selama jadi pengamen, ia beberapa kali ditangkap oleh aparat keamanan dan ditahan di Lingkungan Pondok Sosial.

Meskipun harus bekerja untuk mencukupi ekonomi keluarga, Noviana tak meninggalkan pendidikannya. Ia pun menjadi anak pertama di keluarganya yang bisa melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Noviana masih melakukan berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan dengan menjual beberapa barang, menjadi pelatih olahraga panah di salah satu klub memanah Surabaya, hingga magang di Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) FH UNAIR demi menambah pengalaman.

Beruntung, di semester lima, Noviana menerima beasiswa perusahaan Chaeron Pokphand Indonesia yang menunjang pendidikannya hingga akhir perkuliahan. Noviana pun berhasil meraih IPK 3,94 dan menjadikannya sebagai lulusan terbaik S1 Fakultas Hukum UNAIR periode September 2019.

Wanita yang kini tengah melanjutkan kariernya di kantor advokat ini mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan mendaftar sebagai hakim.