Viral Detik-detik Pemotor Terjatuh Akibat Dikejar Anjing, Pemilik Bisa Dituntut Lho!

Jumat, 17 Januari 2020 – 21:00 WIB

Detik-detik Pemotor Terjatuh Akibat Dikejar Anjing (Foto: Istimewa)

Detik-detik Pemotor Terjatuh Akibat Dikejar Anjing (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Baru-baru sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan seekor anjing mengejar pengendara motor hingga terjatuh viral di media sosial. Parahnya, sang pengendara motor sedang berboncengan dengan seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil.

Salah satu akun Instagram yang ikut membagikan video tersebut ialah @smart.gram. Awalnya video tersebut menampilkan tiga ekor anjing yang berkeliaran di luar pagar rumah pemiliknya.

Tak lama kemudian ada pengendara motor yang melintas berbocengan dengan seseorang yang diduga istri dan anaknya. Tiba-tiba saja anjing yang berwarna hitam mengejar pengendara itu hingga menyebabkan kendaraannya oleng kemudian terjatuh.

Melihat hal tersebut, warga yang berada di sekitar perumahan itu pun berlari mencoba menghentikan anjing itu dan mengejarnya. Namun, anjing tersebut akhirnya berhasil melarikan diri dengan masuk ke dalam rumah pemiliknya.

Unggahan itu pun mendapat beragam reaksi dari netizen. Tak sedikit yang menyalahkan sang pemilik yang membiarkan anjingnya berkeliaran.

"Anjingnya ga salah woiii .. ownernyaa ajaa timpuk .. yg punya akal tuh ownernya ..anjing mah santuy ajaa jd uda nalurinya bgtu . Kloau hajar ownernya aja," kata @viinaau**ee.

Dilansir dari hukum online, apabila anjing itu menyerang orang lain, maka pemilik hewan tersebut dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 490 butir 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

“Diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, atau pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah barang siapa tidak mencegah hewan yang ada di bawah penjagaannya, bilamana hewan itu menyerang orang atau hewan yang lagi ditunggangi, atau dipasang di muka kereta atau kendaraan, atau sedang memikul muatan.”

R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 321), menjelaskan bahwa perbuatan yang dimaksud dalam pasal ini adalah perbuatan tidak mencegah binatang tersebut, misalnya A memelihara seekor kera, kera ini menyerang orang, akan tetapi si A tidak berusaha untuk mencegahnya.

Masih tentang pasal ini, S.R. Sianturi, S.H., dalam bukunya yang berjudul Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya (hal. 389) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “menyerang” tidak mesti sudah menimbulkan kerugian fisik kepada objek penderita tersebut.

Dan jika terjadi kerugian, selain daripada ada kemungkinan penerapan pasal lain, maka si petindak dapat digugat untuk ganti rugi sebagaimana diatur pada Pasal 1368 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”).