Nah! Indentitas Pelaku Begal Bokong Akhirnya Terungkap, Ternyata ...

Selasa, 21 Januari 2020 – 23:00 WIB

Pelaku begal bokong Baharudin (istimewa)

Pelaku begal bokong Baharudin (istimewa)

JAKARTA, REQnews – Belum lama ini jagad maya digemparkan dengan pelaku begal payudara di Bekasi. Kini perilaku dengan modus serupa kembali terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur. Bedanya pelaku begal kali ini mengincar bagian bokong kaum hawa.

Sang pelaku yang bernama Baharudin tersebut, mengaku baru satu kali melakukan aksi pelecehan seksual tersebut dan itu pun dilakukan secara spontan. Saat beraksi, Baharuddin meminjam motor milik temannya.

Ia melancarkan aksinya di Jalan Mulia Otista, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat 17 Januari 2020, sekitar pukul 09.08 WIB. Korbannya adalah seorang mahasiswi.

Aksi itu terekam kamera CCTV dan diunggah oleh akun Instagram @warung_jurnalis.

Tak butuh waktu lama, polsek Jatinegara pun kemudian meringkus pelaku pada Senin kemarin.

"Tersangka sudah kita amankan, sudah kita lakukan pemeriksaan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian di Polres Jakarta Timur, Selasa 21 Januari 2020.

Kata Arie, penangkapan Baharudin dilakukan setelah pihaknya melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian. Setelahnya, polisi mencari identitas tersangka dan akhirnya melakukan penangkapan.

"Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan (Baharudin) memgakui baru satu kali melakukan," ujarnya.

Selain itu, disampaikan Arie, tersangka mengaku tindakannya itu dilakukan secara spontan.

"Itu spontanitas, karena melihat perempuan yang membuat hasrat seksualnya naik, dan dia coba mencari peluang mencari kesempatan," kata Arie.

Bahkan, lanjutnya, tersangka mengaku aksi cabulnya itu dilakukan saat yang berangkat ke rumah sakit untuk menemani anaknya. Saat kejadian, tersangka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit usai meminjam motor temannya.

"Tersangka ini meminjam kendaraan bermotor kepada saudara CS untuk menjenguk anaknya di rumah sakit," kata Arie.

Lebih lanjut, atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 218 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara selama dua tahun delapan bulan. (Binsasi)