Bikin Mewek! Seekor Babi Dijadikan Objek Bungee Jumping, Terdengar Suara Memekik Mengiris Hati

Rabu, 22 Januari 2020 – 21:00 WIB

Seekor Babi di Cina Dijadikan Objek Bungee Jumping (Foto: Istimewa)

Seekor Babi di Cina Dijadikan Objek Bungee Jumping (Foto: Istimewa)

CINA, REQnews - Baru-baru ini sebuah taman bermain di Cina menerima kecaman dari publik. Sebab, mereka mempertontonkan atraksi terjun lenting (bungee jumping) dengan menggunakan seekor babi.

Taman hiburan terkenal dengan taman yang bertema Kota Anggur Merah Meixin di Chongqing, Cina. Atraksi itu disebut-sebut sebagai acara pembukaan wahana bungee jumping pada Sabtu 18 Januari 2020 lalu.

Dilansir dari Mirror pada Rabu 22 Januari 2020, pengelola wahana mengeluarkan pernyataan yang mengatakan itu "hanya sedikit hiburan". Bahkan mereka mengatakan bahwa "normal" bagi babi untuk mengalami kejutan dalam perjalanan mereka untuk disembelih.

Usut punya usut, rupanya babi itu dikirim ke rumah jagal setelah menjalani atraksi yang mengejutkan baginya.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa pria membawa babi besar naik ke menara setinggi 68 meter. Dengan kaki depan dan belakangnya diikat, babi kemudian dilekatkan pada kabel ketika diangkat sekitar 223 kaki ke platform bungee jumping.

Setelah semuanya siap, terlihat sekelompok orang di atas menara yang mendorong babi itu. Babi dapat terlihat meluncur ke bawah.

Dalam rekaman, babi itu diduga terdengar memekik, sementara orang-orang di bawahnya tertawa. Babi kemudian dibiarkan menggantung selama beberapa waktu sebelum staf melepas ikatan binatang yang malang itu.

Taman hiburan sekarang telah menerima pengaduan dan akhinrya meminta maaf. "Kami dengan tulus menerima kritik dan saran dan juga meminta maaf kepada publik," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari BBC News, Rabu 22 Januari 2020.

"Kami akan meningkatkan pemasaran situs wisata kami, untuk menyediakan wahana bagi para wisatawan dengan layanan yang lebih baik."

Hewan tidak memiliki hak di bawah hukum Cina dan para aktivis menyerukan agar hewan-hewan itu bisa dilindungi. Jason Baker, wakil presiden senior Peta, berkata, "Babi mengalami rasa sakit dan ketakutan dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan, dan aksi menjijikkan itu sangatlah ilegal."

"Respons kemarahan publik China menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan China untuk segera menerapkan undang-undang perlindungan hewan."