Kronologi Penumpang Cantik Hendak Diculik Imam Sohibi 'Sopir Grab' di Tol Merak

Minggu, 09 Februari 2020 – 18:30 WIB

Foto pelaku yang diduga hendak menculik penumpang Grab (Foto: Istimewa)

Foto pelaku yang diduga hendak menculik penumpang Grab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seorang penumpang wanita berinisial T diduga mengalami percobaan penculikan oleh sopir taksi online 'Grab'. Saat kejadian T dibawa berputar-putar oleh sopir bernama Muhammad Iman Sohibi itu tak sesuai arah tujuan.

Korban pun berencana melaporkan sopir taksi online tersebut ke pihak kepolisian. "Iya rencananya Senin 10 Februari besok saya akan membuat laporan ke Polda Metro Jaya yang di Semanggi," kata T di Jakarta, Minggu 9 Februari 2020.

Laporan itu dibuat lantaran dirinya menduga sopir itu hendak melakukan sebuah kejahatan. "Nggak dirugikan secara materi, barang-barang saya juga nggak diambil. Tetapi saya khawatir nanti dia pindah ke aplikator lain, saya nggak mau kejadian lagi. Karena saya juga cukup sering naik taksi online," kata T.

T pun mengaku trauma setelah mengalami kejadian itu. Atas kejadian ini, dirinya mengimbau kepada para perempuan yang sering menggunakan taksi online untuk waspada.

"Pokoknya kalau naik taksi online, dicek dulu kursi belakang takutnya ada orang lain di belakang apa nggak. Kemudian pastikan apakah sopirnya wajahnya sama dengan yang ada di akunnya," kata dia.

T sendiri memastikan, ciri-ciri sopir tersebut sama dengan foto sopir yang ada di akunnya. Sementara Grab menyatakan telah menonaktifkan akun driver yang disebut dalam kisah T. Grab juga melakukan investigasi kejadian tersebut.

"Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," ujar Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian.

Seperti diberitakan sebelumnya, T memesan taksi online dengan tujuan dari kosan di Palmerah, Jakarta Barat ke kantornya di Darmawangsa, Jakarta Selatan dan melanjutkan ke Ice CBD, Serpong.

Singkat cerita, bukannya dibawa ke jalan menuju kantornya, T malah dibawa berputar-putar. Sampai akhirnya T dibawa masuk ke dalam Jalan Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Selama perjalanan, perilaku sopir menimbulkan kecurigaan. Sopir tersebut melakukan komunikasi pakai kode-kode dengan orang lain.

Kecurigaan T kian bertambah ketika sopir makin kencang membawa mobil Toyota Sigra tersebut. T akhirnya mengirimkan pesan dan lokasi kepada pacarnya.

T juga menekan firur emergency button yang ada pada aplikasi tersebut. Pihak call center kemudian menghubunginya dan mengirimkan Satgas untuk menjemputnya.

"Saya telpon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak 'poin satu...poin satu' lalu dia membentak saya 'ini sudah sesuai map'," bebernya.

Dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

"Sopir itu panik kemudian mengerem mendadak sampai barang-barang saya jatuh," ucapnya.

Singkat cerita, sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol.

Pun akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk. "Saat itu pihak taksi online masih menawarkan saya untuk dijemput, tetapi pacar saya sudah keburu menjemput saya," ujarnya.