Aneh Tapi Nyata, Kondom di Singapura Juga Ludes Terjual Gegara Virus Corona

Kamis, 13 Februari 2020 – 10:00 WIB

Ilustrasi kondom (Foto: Istimewa)

Ilustrasi kondom (Foto: Istimewa)

SINGAPURA, REQnews - Singapura sudah menaikkan status waspada terhadap wabah virus corona menjadi oranye pada Jumat, 7 Februari 2020 lalu. Dorscon (Disease Outbreak Response System Condition) hanya satu tingkat di bawah merah, peringatan tertinggi dalam sistem.

Dilansir dari World of Buzz, Kamis 13 Februari 2020, tercatat ada total 47 kasus virus COVID-19 alias corona yang terjadi di Singapura.

Virus ini membuat orang-orang Singapura menjadi gila dan bergegas ke toko-toko dalam persiapan untuk melindungi diri dari wabah ini. Bahkan, jika perlu mereka akan membarikade diri di rumah.

Dilaporkan karena kepanikan ini warga Singapura 'membersihkan' apotek dan toko kelontong yang menjual kebutuhan pokok. Padahal sudah ada imbauan dari pemerintah yang meyakinkan mereka agar tidak perlu menyimpan persediaan.

Barang-barang seperti masker, pembersih tangan, tisu, makanan yang tidak mudah rusak cukup dimengerti. Tetapi anehnya, kondom juga ludes terjual.

Berdasarkan foto yang dibagikan oleh netizen Singapura di Reddit dan Twitter, diyakini bahwa orang mungkin benar-benar menggunakannya untuk melindungi jari-jari mereka ketika mereka perlu menekan tombol lift atau apa pun.

Apa Lift mungkin merupakan area berisiko tinggi untuk berkontraksi COVID-19, tetapi menutupi jari dengan kondom tidak terlalu praktis atau higienis. Mengapa tidak menggunakan sarung tangan atau yang lainnya?

Tentu saja, ada beberapa di antara mereka yang mengatakan bahwa orang-orang membeli kondom karena mereka tidak punya hal lain untuk dilakukan ketika mereka tinggal bersama orang lain. Maka mungkin Singapura dapat mengharapkan peningkatan populasi pada akhir tahun?

Atau mungkin jika orang benar-benar membuang-buang kondom untuk melindungi jari mereka.

Selain lelucon, cara yang tepat untuk melindungi diri dari virus corona adalah selalu mencuci tangan dengan sabun dan air, hindari menyentuh wajah dengan tangan dan mengenakan masker saat berada di luar atau di daerah yang ramai.

Gunakan tisu jika bersin atau batuk karena virus ditularkan melalui tetesan pernapasan dan kontak. Pergi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, bersin atau sesak napas.