Astaga! Sekelompok Pria Terobos Kampus Khusus Wanita dan Kocok ‘Anunya’ di Hadapan Para Mahasiswi

Sabtu, 15 Februari 2020 – 09:30 WIB

Potongan video pelecehan seksual di Gargi College, India (istimewa)

Potongan video pelecehan seksual di Gargi College, India (istimewa)

NEW DELHI, REQnews – Sebuah perguruan tinggi paling bergengsi khusus wanita di New Delhi India, Gargi College mendadak diterobos secara brutal oleh sekelompok pria yang diduga dalam kondisi mabuk berat.

Parahnya para pria itu malah melakukan pelecehan seksual dengan mengocok ‘anunya’ di hadapan para mahasiswi.

Melansir India Today, Jumat 14 Desember 2020, kejadian memalukan itu terjadi saat para mahasiswi sedang menggelar festival budaya di halaman kampus mereka.

Aksi sekelompok pria tersebut terekam dalam video dan diunggah oleh warganet melalui akun media sosial. Dalam video tampak sejumlah pria melompati pagar dan gerbang kampus.

Menurut keterangan mahasiswi Gargi College, pria-pria tersebut bukanlah mahasiswa kampus melainkan pria paruh baya yang sedang mabuk.

Mereka tiba dengan menaiki sebuah truk dan menerobos masuk ke dalam kampus hingga mencabuli para mahasiswi.

"Mereka pria paruh baya yang mabuk, melecehkan kami, menganiaya dan onani di hadapan kami. Saya diraba tiga kali oleh kelompok pria itu di tengah kerumunan, saat saya berteriak, mereka malah tertawa," kata mahasiswi yang enggan menyebutkan namanya.

Ironisnya, pihak keamanan kampus tidak berupaya melakukan apapun untuk menghentikan aksi tak senonoh yang dilakukan oleh kelompok pria tersebut. Mereka hanya menyaksikan kejadian mengerikan tersebut dari kejauhan.

Padahal, pihak kampus telah memiliki penjaga keamanan. Namun, para penjaga keamanan tak bergeming saat menerima laporan pelecehan seksual di kampus tersebut.

"Teman saya yang dianiaya pergi ke penjaga keamanan dan meminta bantuan, tetapi dia tidak bergerak," ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, para mahasiswi melakukan aksi protes terhadap kampus yang tidak mau melindungi mereka dari kasus kejahatan seksual. Terlebih insiden tersebut terjadi akibat kelalaian penjaga keamanan kampus.

Sejauh ini, pihak kepolisian setempat mengumumkan telah mengamankan sebanyak 11 oran pria pelaku kejahatan seksual. (Binsasi)