Deretan Kekejeman Preman Santang yang Meresahkan Warga di Yogya  

Sabtu, 15 Februari 2020 – 10:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

YOGYAKARTA, REQnews – Akhirnya Santang, seorang preman sadis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerahkan diri ke Polda setempat pada Kamis 13 Februari 2020. Namanya cukup santer di Yogyakarta dalam urusan kriminal.

Bahkan menurut Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto, Santang merupakan residivis alias sudah sering terlibat aksi kejahatan dalam berbagai kasus. Ia sudah empat kali keluar masuk penjara.

"Ia pernah terjerat kasus penganiayaan, pemerkosaan dan perampokan juga," katanya di Yogyakarta, Jumat 14 Februari 2020.

Sementara Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudi Satria mengatakan, dari informasi yang dihimpun, Santang selama ini cukup meresahkan masyarakat di daerah Minggir.

“Ia suka memalak warung saat dalam kondisi mabuk," katanya.

Selain itu, pelaku juga kerap beraksi di jalanan atau klitih di kawasan Nanggulan, Kulon Progo pada awal Februari lalu.

Korbannya adalah Marsudi (40). Kejadian tersebut terjadi jalanan di Nanggulan, Kulon Progo, Sabtu 1 Februari malam.

Kala itu, Marsudi yang sedang dalam perjalanan ke tempat memancing ini. Di tengah jalan, ia dibacok Santang di kepala bagian belakang.

Tak hanya itu, pelaku juga tercatat melakukan penganiayaan di daerah Minggir, Sleman, pada Senin 27 Februari lalu. Pada kasus penganiayaan di Minggir, Sleman ini Santang juga tega menyekap korban.

"Kami analisa TKP yang di Minggir. Kami buru empat tersangka itu, lalu muncul TKP lagi di Nanggulan yakni penganiayaan. Saat kami telusuri salah satu pelakunya Santang ini," kata Burkan.

Sementara pada TKP penganiayaan di Kulon Progo diketahui ada tiga orang pelaku. Dari penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku lainnya Andri Nurhidayat (26) di dekat lokasi kejadian.

“Para pelaku itu ternyata merupakan orang yang sama dengan pelaku penyekapan dan penganiayaan di Minggir. Dua pelaku lagi masih buron dan akan kami kejar terus pelakunya,” tuturnya.

Barang bukti yang diamankan dari kedua pelaku yakni 1 buah senapan angin laras panjang, 1 buah ponsel, 1 buah pakaian dan sepasang sepatu. Keduanya kini sudah ditahan di Mapolda DIY.

Keduanya dijerat dengan Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan terancam kurungan hingga delapan tahun. (Binsasi)