Ribut Valentine, Politikus PDIP Sebut Teuku Wisnu Bukan Nama Islam

Senin, 17 Februari 2020 – 07:30 WIB

Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar (Foto: Istimewa)

Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Politikus Partai PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko meyoroti pernyataan Teuku Wisnu soal "Valentine Bukan Budaya Kita". Lewat cuitannya di Twitter, Budiman meminya suami Shireen Sungkar untuk tak mengaitkan Hari Kasih Sayang itu dengan agama.

Cuitan Budiman yang ramai di Twitter ini berawal saat ia menanggapi sebuah artikel yang membahas tanggapan Teuku Wisnu soal Hari Valentine, pada 14 Februari lalu. Artikel itu bersumber dari pandangan Wisnu yang dibagikan lewat unggahan di Instagramnya.

"Sesungguhnya valentine itu bukan budaya kita. Budaya kita itu our culture," tulis Wisnu dalam unggahannya. Wisnu mengartikan kata budaya kita ke dalam Bahasa Inggris sehingga menjadi our culture.

Menurut Budiman, budaya tak melulu harus dikaitkan dengan agama Islam. Ia mengatakan nama suami Shireen Sungkar itu dan busananya juga tidak berasal dari tradisi Islam.

"Wisnu itu bukan nama Islam. Baju koko itu tradisi China dan baju gamis juga tradisi Arab. Semua juga melekat pada dirimu Tuan," cuit Budiman, Minggu 16 Februarai 2020.

Lebih lanjut, Budiman menyarankan Wisnu untuk lebih bijak memberikan tanggapan. Apalagi tanggapannya itu dengan agama.

"Kembalikan agama pada intinya: spiritualitas..bukan jadi komoditas. Spiritualitas artinya memahami manusia & alam dgn cara menembus yang kasat mata. Bukan mengerdilkan yang tak kasat mata dengan ribet melarang-larang pilihan kemasan oleh manusia," lanjutnya.

Budiman mengutarakan pendapatnya di mana seseorang melarang orang lain mengucapkan Hari Valentine. Menurutnya, hal itu merupakan tindakan keliru.

"Jika ada batasan, serahkan itu pada hukum positif dan etika. Mengucapkan cinta dengan cara beradab itu adalah adab. Melarangnya adalah biadab," kata dia.

"Serahkan saja yang kasat mata tentag Apa, Kapan, Di mana & Bagaimana (baik yang makro maupun yg nano) pd ilmu pengetahuan ..Spiritualitas fokus saja paad pertanyaan Mengapa. Tak akan habis terjawab pertanyaan Mengapa itu dengan umur peradaban...," lanjutnya.