Dalam Sebulan 10 Hewan Liar Mati Diracun! Pelaku Masih Berkeliaran karena Kurang Bukti

Jumat, 21 Februari 2020 – 09:30 WIB

Dalam Sebulan 10 Hewan Liar Mati Diracuni, Pelaku Masih Berkeliaran karena Kurang Bukti (Foto: World of Buzz)

Dalam Sebulan 10 Hewan Liar Mati Diracuni, Pelaku Masih Berkeliaran karena Kurang Bukti (Foto: World of Buzz)

MIRI, MALAYSIA - Kekerasan terhadap hewan liar terus terjadi. Mungkin kalau hewan diberi kemampuan untuk berbicara, mereka akan menyuarakan rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh manusia.

Kali ini perilaku biadab manusia terhadap hewan liar terjadi di Sarawak, Malaysia. Selama sebulan terakhir sudah ada 10 hewan liar yang terbunuh secara brutal.

Dilansir dari World of Buzz, Jumat 21 Februari 2020, hewan tersebut terdiri dari 8 kucing dan 2 anjing dan terbunuh akibat racun tikus di Desa Indah 3, Miri.

Sebuah pos yang sekarang viral oleh Asosiasi Hewan Malaysia telah membuat marah banyak pecinta hewan karena sifat dingin dari pembunuhan ini. Menurut posting Facebook, hewan-hewan liar ini diracun hingga mati.

Tersangka telah membubuhi racun di atas nasi dan meletakkannya di tempat umum terbuka untuk menarik perhatian hewan-hewan liar di sekitar daerah itu. Dan manusia kejam ini telah melakukan ini selama sebulan!

Asosiasi Hewan Malaysia juga mengidentifikasi tersangka yang dicurigai dalam posting viral di Facebook. Tersangka yang diduga adalah seorang pria Iban yang tinggal di lingkungan yang sama tempat semua kematian ini terjadi.

Sayangnya, tidak ada tindakan lebih lanjut yang dapat diambil karena kurangnya bukti. Namun, menurut Asosiasi Hewan Malaysia, tersangka dapat dituntut secara hukum jika ada bukti yang cukup.

Karena kurangnya bukti, tersangka dibiarkan dengan peringatan untuk menghentikan tindakan biadabnya sebelum seseorang terluka. Ini karena racun tikus yang diletakkan di tempat umum juga dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya, terutama anak-anak yang penasaran.

Asosiasi Hewan Malaysia menunjukkan bahwa anak-anak kecil mungkin menyentuh beras yang dicampur racun itu karena penasaran dan memasukkannya ke dalam mulut mereka. Racun tikus bisa mematikan karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti sianida dan fosfor. Bahan kimia ini tidak hanya mampu membunuh hewan, tetapi mereka juga membunuh manusia.

Meskipun hewan-hewan liar tidak selalu dilindungi, mereka masih hidup sebagai makhluk yang bernafas seperti kita. Mereka mungkin tidak memiliki suara, tetapi kita dapat menggunakan suara kita untuk berbicara dan melindungi mereka.