Demokrat: Harun Masiku Sudah Ditembak Mati!

Selasa, 25 Februari 2020 – 02:00 WIB

Harun Masiku (istimewa)

Harun Masiku (istimewa)

JAKARTA, REQnews - Simpang siur soal keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku belum juga terkuak. Banyak spekulasi pun beredar. Salah satunya datang dari anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman.

Ia mengatakan, setidaknya ada tiga spekulasi soal nasib Harun yang menjadi buron hingga saat ini. Spekulasi pertama adalah Harun sudah ditembak mati.

"Pak HM ini sudah ditembak mati, sangat mungkin," katanya di Jakarta, Senin 24 Februari 2020.

Spekulasi kedua, kata Benny, kemungkinan mantan calon anggota legislatif PDI-Perjuangan itu disembunyikan. Spekulasi ketiga Harun sembunyi sendiri. Namun, Benny tak yakin jika Harun sembunyi sendiri.

Agar tak jadi bola liar, Benny pun menyarankan agar tak memunculkan spekulasi lain, dirinya mengusulkan pembentukan Paniti Kerja (Panja) soal Harun. "Supaya tuntas (bentuklah panja untuk Harun Masiku), supaya tidak ada dusta di antara kita," ujarnya.

 

Sementara, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly malah tak mau menanggapi usulan pembentukan Panja soal Harun itu. Yasonna menyatakan pembentukan Panja merupakan keputusan dari Komisi III.

"Ah itu keputusan Komisi III," kata Yasonna usai rapat.

Yasonna mengklaim tak akan mempertaruhkan integritas dirinya hanya karena persoalan Harun Masiku yang informasi keberadaannya sempat simpang siur.

"Saya kira, saya tidak akan mempertaruhkan integritas saya untuk soal masalah Harun Masiku, terlalu kecil lah," katanya.

 Seperti diketahui sebelumnya, Harun yang merupakan salah satu tersangka suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu disebut oleh mantan Direktorat Jenderal Imigrasi  Ronny F. Sompie ke Singapura pada 6 Januari dan belum kembali lagi ke Indonesia, pada 13 Januari.

 

Namun, pada 22 Januari, Ronny mengakui jika Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari. Dengan demikian, Harun sudah berada di Indonesia sebelum KPK melakukan OTT pada 8 Januari.

Yasonna menyatakan berdasarkan hasil investigasi Tim Gabungan Pemeriksa terhadap Perlintasan Keimigrasian, Harun tak tercatat ke Sistem lnformasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Total ada 120.661 orang tak tercatat sistem keimigrasian sepanjang 23 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Adapun kedatangan Harun, di Bandara Soekarno Hatta pada 7 Januari 2020.

"Tapi dia terekam di PC (komputer di pintu pemeriksaan) tidak hilang. Semua lengkap, Harun Masiku benar (tiba 7 Januari)," ujarnya.

Politikus PDI-Perjuangan itu sempat membuat pernyataan bahwa Harun masih berada di luar negeri pada pertengahan Januari lalu. Yasonna menyebut pernyataan dirinya itu berdasarkan laporan dari Ronny. (Binsasi)