Awas Ketipu Novel 'The Eye of Darkness' yang Prediksi Corona dari Wuhan

Rabu, 25 Maret 2020 – 10:33 WIB

The Eye of Darkness/Awas Ketipu Novel 'The Eye of Darkness' yang Prediksi Corona dari Wuhan

The Eye of Darkness/Awas Ketipu Novel 'The Eye of Darkness' yang Prediksi Corona dari Wuhan

JAKARTA, REQnews - Tengah viral di media sosial dan grup WhatsApp, sebuah novel berjudul 'The Eye of Darkness' karya Dean Koontz, yang diklaim telah memprediksi kemunculan Covid-19 tahun 2020 sebagai senjata biologis dari Wuhan, Cina.

Klaim yang beredar di berbagai platform media sosial itu disertai foto dari halaman-halaman tertentu yang menjelaskan mengenai ramalan akan adanya virus tersebut.

Dalam foto halaman buku yang ditulis pada 1981 itu, virus yang dimaksud adalah senjata biologis massal bernama Wuhan-400, yang dibawa peneliti Cina bernama Li Chen saat pinda ke AS.

Berikut tulisan dalam salah satu halaman buku itu:

"It was around that time that a Chinese scientist named Li Chen defected to the United States, carrying a diskette record of China’s most important and dangerous new biological weapon in a decade. They call the stuff 'Wuhan-400' because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the four-hundredth viable strain of man-made microorganism created at that research center."

Lalu, benarkah semua yang ditulis dalam novel tersebut, mengenai senjata biologis bernama Wuhan-400?

Mengutip Tempo.co, berikut adalah fakta sebenarnya dari buku 'The Eye of Darkness' terkait ramalan wabah Covid-19:

Ternyata, klaim tersebut telah diverifikasi sekaligus dibantah oleh sejumlah media dan organisasi pemeriksa fakta. Dalam edisi pertama novel 'The Eyes of Darkness' yang terbit pada 1981, senjata biologis tersebut diberi nama Gorki-400 dan diciptakan oleh Rusia.

Saat itu, buku tersebut diterbitkan dengan nama samaran Dean Koontz, Leigh Nichols. Nama senjata biologis itu diubah menjadi Wuhan-400 ketika buku itu dirilis kembali pada 1989 dengan nama asli Koontz. Tahun rilis ulang buku ini bersamaan dengan berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet.

Perubahan dari Gorki-400 menjadi Wuhan-400 dalam buku itu pun benar-benar hanya sebatas 'cut and paste saja'. Namun, tidak diketahui apakah Koontz sendiri yang meminta perubahan itu atau penerbitnya yang membuatnya. 

Selain itu, novel 'The Eye of Darkness' menyebut bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Wuhan-400 hanya dalam waktu empat jam. Hal ini sangat berbeda dengan virus Corona Covid-19. Menurut penelitian, seseorang yang terinfeksi virus Corona Covid-19 cenderung menunjukkan gejala setelah sekitar lima hari terpapar, atau dalam waktu dua minggu.

Novel tersebut juga menyatakan bahwa virus Wuhan-400 memiliki tingkat kematian hingga 100 persen. Untuk virus Corona Covid-19, tingkat kematiannya jauh dari angka 100 persen. Para pejabat memperkirakan tingkat kematian virus Corona Covid-19 sekitar 3-4 persen secara global, yang kemungkinan akan turun.