REQNews.com

Pasar Seafood Huanan di Wuhan Kembali Beroperasi, Pada Gak Kapok Apa Ya?

The Other Side

Wednesday, 01 April 2020 - 09:31

Pasar Hewan Liar di Cina (Foto:Istimewa)Pasar Seafood Huanan di Wuhan Kembali Beroperasi, Pada Gak Kapok Apa Ya?

WUHAN, REQnews - Huanan Seafood Wholesale Market diyakini sebagai sumber penyebaran wabah virus corona baru 2019-nCoV di Wuhan, Cina, kembali beroperasi. Pasar itu kembali menjual berbagai hewan liar untuk dikonsumsi manusia.

Hewan liar tersebut ada seperti kelelawar, trenggiling, monyet, ular, anjing dan masih banyak lagi. Keberadaan hewan liar yang dijual di pasar Wuhan itulah yang diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab virus corona.

Pada Januari 2020, seluruh kegiatan di Wuhan disetop akibat penyabaran virus corona kala itu sangat masif. Kemudian, di Februari pemerintah juga menyatakan larangan pada perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Bahkan seluruh Cina saat itu juga lockdown hingga 2 bulan lamanya. Namun, kini pemerintah Cina telah membuka lockdown tersebut karena tidak ada kasus virus corona yang baru di negaranya.

Segala aktivitas masyarakat kembali berangsur normal. Toko-toko, restoran dan pasar pun juga mulai beroperasi lagi.

Seperti tak kapok dengan wabah yang merenggut puluhan ribu nyawa itu, pasar-pasar di sana kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Dilansir dari Daily Mercuri, Selasa 31 Maret 2020 seorang penjual obat di sebuah pasar di Dongguan, China Selatan terlihat mengiklankan kelelawar, ular, kadar dan kodok untuk pengobatan penyakit umum.

"Ya, pasar telah kembali beroperasi dengan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan sebelum wabah virus corona," ujar salah satu pengunjung.

Sementara pasar lain di Guilin, China Barat Daya juga tampak menjual kucing dan anjing yang dijajakan dalam kandang dengan kondisi kotor dan siap untuk disembelih.

Padahal banyak orang sudah mengutuk pasar tersebut karena selain merupakan perlakuan kejam terhadap hewan, juga tidak higienis. Mengingat ini bukan virus pertama yang dikaitkan dengan pasar hewan liar.

Sebelumnya diberitakan, polisi Tiongkok menangkap hampir 700 orang yang melanggar larangan menjual, atau memakan hewan liar. Namun, beberapa pedagang satwa liar membekukan daging mereka. Gong Jian, operator toko margasatwa online mengatakan kepada Reuters bahwa ia ingin menjual daging ini begitu larangan dicabut.

“Orang-orang suka membeli satwa liar. Mereka membeli sendiri untuk dimakan atau diberikan sebagai hadiah karena sangat rapi dan memberi Anda wajah. ”

Dia menambahkan bahwa dia telah membekukan stok buaya dan daging rusa, sementara Xiang Chengchuan, pemilik toko grosiran liar di provinsi Anhui mengatakan bahwa dia telah membekukan stok tanduk rusa, anjing, keledai, dan daging merak.

Seperti diketahui, virus ini diyakini telah ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui trenggiling atau hewan lain dan diperkuat oleh fakta bahwa ada sekitar 1,7 juta virus yang belum ditemukan di alam liar.

Redaktur : Hans Gilbert Ericsson

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.