Viral Video Karyawan Ramayana Nangis Histeris Gegara Kena PHK

Rabu, 08 April 2020 – 22:03 WIB

Viral Video Karyawan Ramayana Nangis Histeris Gegara Kena PHK (Foto: Istimewa)

Viral Video Karyawan Ramayana Nangis Histeris Gegara Kena PHK (Foto: Istimewa)

DEPOK, REQnews - Sebuah video yang menampilkan sejumlah karyawan Ramayana Depok menangis histeris viral di media sosial. Menurut informasi, mereka kena PHK karena kebijakan perusahaan.

Video viral ini pertama kali mencuri perhatian usai diunggah akun @wawat_kurniawan pada Selasa 7 April 2020 kemarin. "Realitas Masyarakat, Ramayana Depok PHK karyawan nangis histeris" cuit akun @wawat_kurniawan.

Dalam video viral berdurasi 45 detik ini, terlihat sejumlah karyawan Ramayana yang masih menggunakan seragam menangis histeris. Beberapa di antaranya saling berpelukan seakan hari itu merupakan hari terakhir untuk saling bertemu dan bercengkrama di tempat bekerja.

Video yang diunggah @wawat_kurniawan itu pun viral. Banyak netizen yang merasa iba dengan para karyawan yang terkena PHK itu.

"Sedih, saya bisa rasakan apa yg mereka rasakan, sangat pahit. tentu jalan rezki sangat banyak semoga Allah mudahkan buat mereka," kata @lukc**kim.

Terkait PHK tersebut, Store Manager Ramayana Depok, M Nukmal Amdar, tak menyangkal kabar buruk tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa proses PHK ini sudah sesuai dengan prosedur.

"Dalam proses sesuai prosedur. Kami juga secara resmi akan bersurat ke Disnaker sebagai dinas terkait," ujar Nukmal ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/4/2020).

Terkait angka ratusan karyawan yang di PHK dalam berita sebelumnya, Nukmal menjelaskan detailnya ada 300 karyawan yang bekerja di Ramayana Depok. Namun, dari jumlah tersebut hanya 87 diantaranya yang berada dalam naungan PT Ramayana.

"Lebih kurang ada 300 tapi yang khusus di PT Ramayana 87. Kami ini ada beberapa divisi," ucapnya.

Nukmal menuturkan, PHK ini merupakan imbas dari wabah Covid-19, lantaran upah untuk karyawan sangat bergantung pada penjualan.

"Ya ini dampak dari corona karena bisnis kami memang dari sales untuk pengajian karyawan. Jadi karena virus ini kami sudah tidak ada harapan lagi. Manajemen sudah memikirkan dengan matang karena sudah tidak mampu lagi menutup biaya," bebernya.

Meski begitu, Nukmal berujar bilamana kondisi kembali normal dalam waktu dekat, ada kemungkinan manajemen akan kembali melakukan perekrutan.

"Kami lihat kondisinya sejauh mana, kalau misal bisa normal bisa bangkit mungkin bisa jadi pertimbangan akan panggil kembali," pungkasnya.