Lockdown Sebabkan Ratusan Peliharaan di Pasar Hewan Mati Kelaparan

Kamis, 09 April 2020 – 09:35 WIB

Lockdown Sebabkan Ratusan Peliharaan di Pasar Hewan Mati Kelaparan (Foto: Istimewa)

Lockdown Sebabkan Ratusan Peliharaan di Pasar Hewan Mati Kelaparan (Foto: Istimewa)


PAKISTAN, REQnews - Ratusan kucing, anjing, dan kelinci di pasar hewan Pasar Hewan Karachi mati. Hewan-hewan itu ditinggalkan saat kota-kota besar Pakistan di-lockdown.

Dua minggu setelah penutupan, seorang aktivis penyelamatan hewan, Ayesha Chundrigar mendengar tangisan hewan peliharaan dari luar toko yang menampung sekitar 1.000 hewan. Ia pun memohon kepada pihak berwenang untuk diberikan akses.

"Ketika kami masuk sebagian besar dari mereka sudah mati, sekitar 70 persen. Tubuh mereka terbaring di tanah," kata Chundrigar yang menjalankan tugas .

"Itu sangat mengerikan, aku tidak bisa berkata-kata," ungkapnya dikutip dari AFP Selasa 7 April 2020.

Polisi Hewan peliharaan yang selamat berdiam diri dengan gemetaran dikelilingi hewan-hewan yang mati. Mereka kelaparan dikurung dalam kandang tanpa cahaya atau ventilasi.

Ketika Covid-19 menyebar kota-kota besar Pakistan langsung menerapkan lockdown, membuat banyak toko harus tutup. Hanya kios yang menjual barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan yang diizinkan terus beroperasi.

Situasi ini membuat pemilik toko hewan peliharaan terhambat bisnisnya. Beberapa sampai rela menyelinap di malam hari untuk memberi makan peliharaannya.

Setelah penyelamatan dilakukan, Chundrigar berhasil meyakinkan otoritas Karachi untuk mengizinkan timnya dan pemilik toko hewan peliharaan memberi makan hewan-hewan tersebut setiap hari.

Selai itu, di timur kota Lahore, hewan-hewan juga bernasib tragis. Sekitar 20 anjing ditemukan mati dan dibuang di selokan dekat Pasar Tollinton.

Pusat pasar hewan itu ditutup dan membuat hewan-hewan mati kelaparan. Kiran Maheen mampu menyelamatkan lebih dari 2 lusin ajing, kelinci, dan kucing, setelah meyakinkan para petugas untuk mengizinkannya masuk. Namun saat ia sudah masuk sejumlah besar hewan sudah tak bernyawa.

"Ketika polisi membukakan jalan, banyak hewan sudah tergeletak mati di dalam," kata Maheen pada jurnalis AFP seraya menambahkan banyak yang mati lemas karena kekurangan udara.

Otoritas Pakistan telah mengonfirmasi sekitar 2.900 kasus virus corona dan 45 kematian. Akan tetapi jumlah sebenarnya bisa saja lebih tinggi, karena pengujian sangat terbatas di negara miskin yang berpenduduk 215 juta orang tersebut.

Sekitar 25 persen populasi hidup di bawah garis kemiskinan, dan bertambah jutaan dari para pekerja dengan upah harian sejak lockdown dimulai, kata para ahli.