KM Lambelu Dilarang Sandar karena Corona, Penumpang Terjun ke Laut

Rabu, 08 April 2020 – 21:03 WIB

Situasi penumpang yang panik di KM Lambelu, setelah adanya ABK yang positif Covid-19.

Situasi penumpang yang panik di KM Lambelu, setelah adanya ABK yang positif Covid-19.

JAKARTA, REQnews - Tengah viral sebuah video yang memperlihatkan situasi tak terkendali di KM Lambelu tujuan Maumere, NTT yang dilarang sandar di pelabuhan pada Selasa 7 April 2020 kemarin, oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo karena adanya ABK yang positif Covid-19.

Sontak saja, penolakan sandar itu membuat penumpang KM Lambelu marah besar. Mereka yang terombang-ambing di laut berteriak histeris, sebagian melontarkan kata-kata amarah ke Bupati Fransiskus

Tragisnya, karena kapal tersebut tak bisa sandar, beberapa penumpang nekat terjun ke laut menuju ke daratan untuk menyelamatkan diri. 

Dalam video yang dibagikan akun Instagram @bali.terkini itu, netizen ikut berkomentar atas apa yang terjadi di KM Lambelu. Sebagian besar netizen juga ikut marah, tapi bukan ke bupati, melainkan kepada penumpang yang nekat mudik.

"Kan sudah ada imbauan pemerintah DI RUMAH SAJA," tulis akun @frlyndha di kolom komentar.

"When you panic, you lost logic," tulis akun @localbali.

"Kan udah dilarang balik atau merantau kok malah dikasih, lah gini jadinya," tulis akun @_putudarsana.

Kabar terbaru, Bupati Sikka telah mengizinkan kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Lorens Say, Maumere. Bupati Fransiskus berkata, izin tersebut diberikan karena alasan kemanusiaan.

"Ini atas dasar kemanusiaan, meskipun di kapal sudah ada yang teridentifikasi Covid-19," kata Fransiskus.