Napi Kedapatan Merampok Usai Asimilasi, Mabes Polri Malah Jawab Begini

Kamis, 09 April 2020 – 11:04 WIB

Karo Penmas Humas Mabes Polri Argo Yuwono

Karo Penmas Humas Mabes Polri Argo Yuwono

JAKARTA, REQnews - Belum lama ini, jagad maya dikejutkan dengan sejumlah aksi perampokan yang dilakukan oleh napi yang bebas dari penjara melalui program asimilasi rumah Menteri Hukum dan HAM dalam rangka pencegahan corona (COVID-19). 

Sejumlah pihak pun mengkritik keras kebijakan ini. Bahkan ada dugaan insiden serupa bisa saja makin marak, pasca pembebasan para napi dari penjara.

Misalnya kasus yang dialami MS (32), seorang residivis asal Sumenep Madura dihajar hingga babak belur oleh massa setelah kepergok mencuri motor seorang pedagang sayur di Wlingi Blitar, Jawa Timur (Jatim). Pelaku diketahui baru saja bebas dari penjara setelah mendapat program asimilasi akibat wabah Covid-19. Dia melancarkan aksinya dibantu bersama seorang rekannya.

Hal serupa juga terjadi di Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang narapidana bernama Rudi Hartono terpaksa kembali dijebloskan ke dalam penjara karena kepergok mencuri di rumah warga. Padahal dia baru keluar dari hotel prodeo tersebut. 

Namun kecurigaan ini lantas dibantah oleh Karo Penmas Humas Mabes Polri Argo Yuwono. Ia mengatakan, dugaan demikian belum bisa dikategorikan sebagai perampokan yang marak lantaran data belum terkonfirmasi.

“Tentunya napi yang bebas bersyarat masih dalam pantauan Balai Pemasyarakatan (Bapas),” ujarnya di Jakarta, Rabu 8 April 2020.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berupaya mengatisipasi agar aksi demikian tak terjadi. Polisi tetap memberdayakan RT maupun RW dan Lurah untuk ikut memberikan informasi melakui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).

“Selain itu, akan terus dilakukan patroli dan memberdayakan petugas keamanan yang ada seperti petugas ronda dan satpam,” katanya. (Binsasi)