Beda Nasib Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Terjerat Kasus Narkoba

Kamis, 09 April 2020 – 22:33 WIB

Beda Nasib Vanessa Anggel dan Bibi Ardiansyah Terjerat Kasus Narkoba (Foto: Istimewa)

Beda Nasib Vanessa Anggel dan Bibi Ardiansyah Terjerat Kasus Narkoba (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polisi menetapkan Vanessa Angel sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan psikotropika jenis Xanax. Karena sedang hamil, Vanessa pun akan menjadi tahanan kota dan wajib lapor.

Hal ini disampaikan Kasatnarkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Siregar, melalui live Instagram Polres Jakbar pada Kamis 9 April 2020.

“Dari pemerkiksaan yang kami lakukan merujuk pada saudari VA, jadi kami tidak pandang bulu terharap saudari VA, statusnya tersangka dan proses hukum bersangkutan sesuai dengan undang undang,” kata Ronaldo.

Penetapan ini menyusul hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian berdasarkan keterangan dokter yang memberikan resep untuk Vanessa Angel terkait obat psikotropika jenis Xanax.

Sementara itu, suami Vanessa, Bibi Ardiansyah yang hasil urinenya positif sebagai pengguna narkoba ditetapkan sebagai saksi. "Suami VA, yakni BB ini masih menjadi saksi statusnya dan masih terus menjalani pemeriksaan," kata dia.

Ronaldo mengatakan, penyidik kemungkinan tidak akan menaikkan status Bibi Ardiansyah dalam kasus Vanessa Angel. "Nantinya Bibi akan kami rujukkan untuk melakukan rehabilitasi," ucapnya.

Menurut Ronaldo Maradona, proses rehabilitasi terhadap suami Vanessa Angel sesuai dalam UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

"BB ini kan mengonsumsi obat dari VA. Dalam UU Psikotropika tertera, jika memang ketergantungan psikotropika, maka polisi berkwajiban orang tersebut untuk melakukan rehabilitasi," katanya.

Vanessa Angel, kata Ronaldo Maradona, menerima konsekuensi hukum berbeda dengan Bibi Ardiansyah.

"Kalau VA kami tetapkan sebagai tersangka. Namun karena wabah virus Covid-19 dan sedang hamil enam bulan, maka VA kami tetapkan sebagai tahanan kota," ujar Ronaldo Maradona.

Vanessa Angel terancam pasal 22 UU No 5 tahun 1997 tentang Piskotropika. Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.