Mati Terpenggal, Anne Boleyn Menjelma Legenda Hantu Tanpa Kepala

Kamis, 09 April 2020 – 21:31 WIB

Anne Boleyn, Permaisuri Inggris istri Raja Henry VIII

Anne Boleyn, Permaisuri Inggris istri Raja Henry VIII

JAKARTA, REQnews - 

JAKARTA, REQnews - Di Inggris, tepatnya di wilayah Blicking Hall dan Marwell Hall, ada sebuah legenda hantu tanpa kepala yang jika mendengarnya, bikin merinding. Dialah hantu Anne Boleyn, arwah penasaran dan penuh aura balas dendam karena dieksekusi dengan cara dipenggal.

Anne Boleyn (1501-1536) adalah permaisuri Raja Inggris Henry VIII, ibu dari Ratu Elizabeth I. Ia adalah permaisuri pertama dan satu-satunya dalam sejarah Inggris yang dieksekusi di depan umum dengan cara dipenggal kepalanya.

Kedua wilayah kemunculan hantu Anne itu konon dalam sejarah adalah tempat pernikahan Raja Henry VIII dengan Jane Seymour, mantan dayang permaisuri.

Dikisahkan turun-temurun oleh warga setempat, hantu Anne kerap muncul tanpa kepala, mengenakan gaun permaisuri berwarna biru. Terkadang, hantu ini juga muncul lengkap dengan kepalanya, namun menunjukkan wajah sedih, sekaligus penuh amarah.

Kematian Tragis dan Penuh Fitnah

Dikisahkan, Anne awalnya adalah permaisuri yang paling disayangi oleh Raja Henry VIII. Selama tiga tahun pernikahannya, Anne dikaruniai seorang putri yang kelak menjadi Ratu Inggris, Elizabeth I.

Namun, Raja Henry VIII yang diketahui doyan kawin, mulai tertarik dan diam-diam menjalani hubungan gelap dengan salah satu dayang Anne, yakni Jane Seymour.

Henry VIII kemudian mulai menjalankan aksi busuknya agar dapat menikahi Jane. Ia membuat sebuah fitnahan yang keji kepada Anne, yakni tuduhan perselingkuhan.

Anne yang dikenal sebagai Ibu Reformasi Inggris ini dijebak dalam sebuah drama ciptaan Henry VIII.  Dibantu orang kepercayaannya bernama Thomas Cromwell, Henry VII mengirimkan surat kepada mantan pejabat Istana Inggris bernama Henry Percy.

Isi surat itu memaksa Percy untuk mengakui di hadapan publik, bahwa ia dan Anne memiliki hubungan gelap. Keduanya benar pernah bertunangan, namun batal. Fakta itu dimanfaatkan Henry VIII untuk memfitnah Anne dengan tuduhan perselingkuhan.

Tak sampai di situ, badai fitnah terus menghantam Anne. Ayahnya sendiri, di bawah tekanan raja, menuduh Anne melakukan perselingkuhan dengan lima pria sekaligus, termasuk saudaranya bernama George Boylen.

Anne kemudian disidang oleh pamannya. Ia didakwa bersalah telah melakukan perselingkuhan dan kegiatan sihir yang dilarang oleh gereja. Hakim menuduhnya melakukan kegiatan magis, dengan bukti tahi lalat besar di leher dan jarinya yang berjumlah enam pada salah satu tangan.

Sang permaisuri dihukum mati pada Jumat, 19 Mei 1536, dengan cara dipenggal kepalanya menggunakan pedang. Jasad yang terpisah dari kepala dan dipertontonkan ke rakyat itu kemudian dimakamkan tanpa nisan di Kapel Saint Peter ad Vincula. 

Tragisnya, sehari setelah eksekusi brutal Anne, Raja Henry VIII bertunangan dengan Jane Seymoyr, yang keduanya kemudian menikah 30 Mei 1536. 

Penampakan Anne Memangku Kepala

Beberapa orang di Blicking Hall maupun Marwell Hall mengaku pernah melihat hantu Anne dalam wujud mengerikan, yakni menunggangi kereta kuda, bergaun putih sambil memangku kepalanya yang terpisah dari badan.

Konon, kemunculan Anne dalam bentuk tersebut hanya bisa dilihat pada setiap 19 Mei saja, yakni tanggal kematiannya.

Bukan hanya di dua wilayah tersebut, beberapa saksi mata juga mengaku pernah melihat hantu Anne mengelilingi Gereja Salle dan Menara London.