Kumpulan Kekejaman Gestapo, Polisi Rahasia Nazi Pencabut Nyawa Orang Yahudi

Senin, 13 Juli 2020 – 23:00 WIB

Kumpulan Kekejaman Gestapo, Polisi Rahasia Nazi Pencabut Nyawa Orang Yahudi

Kumpulan Kekejaman Gestapo, Polisi Rahasia Nazi Pencabut Nyawa Orang Yahudi

JAKARTA, REQnews – Kekejaman Gestapo sudah diakui seluruh manusia di dunia ini. Polisi rahasia Nazi ini memang terkenal sebagai malaikat pencabut nyawa bagi orang Yahudi maupun penentang Hitler.

Tidak ada yang berani melawan meski hukum sekali pun. Asal tahu saja, Gestapo didirikan oleh Hermann Gorin Perdana Menteri Prusia yang ditunjuk langsung oleh Adolf Hitler pada 1933.

Kala itu, Gorin berkuasa penuh terhadap unit kepolisian Nazi khususnya Prusia. Saat menjabat pertama kali, ia langsung membedakan seragam khusus polisi Hitler dengan polisi umum. Kejamnya polisi khusus berseragam coklat itu membuat banyak masyarakat ketar-ketir.

Melihatnya saja takut, apalagi untuk mengkritik pemerintahan Nazi. Strategi tersebut juga berperan sebagai mata-mata untuk menangkap para pemberontak.

Rupanya strategi yang dimainkan oleh Gorin mendapatkan hasil yang ciamik. Jumlah tahanan membludak, sampai diperlukannya kamp yang lebih besar.

Rudolf Diles adalah tokoh pertama yang menyarankan Gorin membuat pasukan polisi rahasia. Ia sudah lama menjadi bagian kepolisian Jerman sebelum Hitler berkuasa pada tahun 1933. Diels paham betul perangai licik orang-orang yang ingin menghancurkan wilayah Prusia.

Pada 26 April 1933 didirikanlah ‘Geheime Staats Polizei’ disingkat Gestapo. Singkatan tersebut bukan diberikan oleh Gorin maupun Diels, melainkan seorang patugas Pos di Berlin. Karena namanya yang cukup panjang untuk dijadikan stempel, maka ia singkat menjadi Gestapo.

Namun Gorin hanya mampu memimpin Gestapo selama setahun saja. Sebabnya, pada tahun 1934, ia menyerahkan Gestapo kepada Heinrich Himmler dan rekannya Reinhard Heydrich.

Alhasil, Gestapo berjaya di bawah kepemimpinan mereka. Tidak ada satu orang pun yang luput dari pengintaian anggota mereka.

Pun tidak peduli seberapa besar jabatannya di pemerintahan Nazi, tanpa segan mereka akan langsung memasukan orang-orang tersebut ke dalam penjara.

Kekuatan Gestapo semakin besar dengan dibentuknya peraturan hukum baru pada 10 Februari 1936. Saat itu parlemen menyatakan bahwa urusan maupun instruksi Gestapo tidak akan ditinjau oleh pengadilan. Artinya apapun yang dilakukan oleh mereka akan kebal hukum.

Gestapo juga mempunyai peran besar terhadap penangkapan orang-orang Yahudi di Jerman. Dengan kejam mereka membawa para Yahudi ke Kamp Konsentrasi untuk dieksekusi. Tidak ada prosedur hukum mengenai proses eksekusi, kalau Hitler mengatakan “habiskan” maka Gestapo siap mengeksekusi tanpa ampun.

Walaupun jumlah anggota Gestapo hanya 40.000 orang, mereka merupakan mata-mata andal di Nazi saat itu. Saat beraksi lokasi mereka tidak menentu, ada yang bekerja di perusahaan, menjadi warga biasa, dan pekerjaan lainnya.

Telinga mereka sangat sensitif kalau mendengar perkataan yang menghina pemerintahan Nazi. Pagi menghina, besok paginya orang yang menghina sudah tidak lagi bernyawa. Ketika melakukan interogasi juga tidak kalah mengerikannya.

Saat menginterogasi boleh dilakukan dengan cara apapun, seperti merendam tahanan pada bak mandi yang terisi es, menyengat listirk, menggantung tangan tahanan, memukul, mencambuk, dan membakar kulit tahanan dengan korek api atau besi solder.

Perbuatan sewenang-wenang Gestopo berakhir tahun 1945 setelah Jerman mengakui kalah pada perang duna ke-2. Himmler yang ditangkap oleh tentara sekutu memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri pada 25 Meri 1945.