REQNews.com

Divonis Tewas, Pasien Corona Hidup Lagi Sebulan Kemudian

The Other Side

Monday, 27 April 2020 - 05:01

Ilustrasi bangkit dari kematianIlustrasi bangkit dari kematian

JAKARTA, REQnews - Sempat divonis meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, seorang pasien terduga Covid-19 di Ekuador tiba-tiba hidup kembali dan mengagetkan banyak pihak.

Uniknya, pasien bernama Abla Maruri (74) ini dinyatakan meninggal pada Maret 2020 lalu. Sebulan kemudian ia muncul dan mengabarkan keluarganya, bahwa dirinya masih hidup.

Mengutip AFP, Minggu 26 April 2020, sebelumnya Maruri dirawat di RS di Guayaquil, Ekuador Maret lalu. Ia mengalami keluhan panas tinggi dan kesulitan bernapas, diduga akibat Covid-19.

Sempat dirawat, Maruri mengalami koma selama tiga minggu, lalu dokter yang menanganinya menyatakan pasien tersebut meninggal dunia kepada keluarganya.

Pihak keluarga tak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah, saat petugas RS menerapkan protokol penanganan jenazah corona. Jasad Maruri disimpan di kamar mayat rumah sakit.

Baca Juga: Innalillahi! Pasangan Perawat Kembar Wafat Akibat Corona

Menurut pengakuan keponakan pasien bernama Jaime Morla, posisi jasad Maruri memunggungi dirinya, sehingga bagian wajah tak tampak. Namun, dari belakang, keluarganya yakin, jasad tak bernyawa itu adalah Maruri, sesuai vonis rumah sakit.

"Dia memiliki rambut yang sama, warna kulit yang sama. Bahkan memiliki luka seperti yang dimiliki bibiku baru-baru ini," kata Morla.

Kemudian, pihak keluarga membuat pernyataan bahwa Maruri telah meninggal dunia. Jasadnya diantar ke rumah duka dan dikremasi. Namun, setelah itu, muncul kejadian tak terduga.

Tak lama kemudian di ruang rawat berbeda, Maruri sadar dari koma dan memberi tahun dokter identitasnya. Ia pun meminta rumah sakit memanggil pihak keluarga.

Akhirnya, kata Morla, pihak rumah sakit datang ke rumah Maruri dan memberi tahu pihak keluarga soal kesalahan informasi pasien yang tewas tersebut.

Tak terima dengan kesalahan informasi dari RS, pihak keluarga berencana menuntut ganti rugi biaya kremasi dan kebingungan yang dialami. Pihak rumah sakit sampai sekarang belum tahu identitas jasad yang sudah dikremasi.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.