Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Dugaan Mencuri 1 Dollar yang Bernilai 12.000 Dollar

Minggu, 14 April 2019 – 09:30 WIB

FOTO: Istimewa

FOTO: Istimewa

JAKARTA, REQNews - Sebuah dokumen tindakan kriminal yang terjadi di Texas, Amerika Serikat menunjukkan sebuah problem keadilan sosial.

Seorang perempuan berusia 52 tahun bernama Gina Dianne Guidry harus mendekam di penjara setelah ia dikenai tuduhan mencuri uang dari seorang pelanggan truk makanan. 

Awal minggu ini, sang pelanggan itu menunggu makanan yang dibelinya dari sebuah truk makanan di Cedar Park, pinggiran ibukota negara bagian Austin.

Saat itu, Guidry menghampirinya dan meminta sejumlah uang. Namun sang pelanggan tersebut menolaknya. Guidry pun bereaksi terhadap penolakan itu. Ia mendekati dan berteriak lantang di depan muka pelanggan itu. Demikian informasi yang terdapat di sebuah pernyataan tertulis, sebagaimana diberitakan Time. 

Ketika makanan diterimanya, sang pelanggan itu menerima uang kembalian berjumlah dua Dollar. Seketika itu pula, Guidry menyambar uang kembalian itu dan berjalan pergi meninggalkan truk makanan. Ia sempat mendorong sang pelanggan ketika hendak memanggil polisi dan melaporkan perampokan itu. 

Namun Guidry tidak berlari jauh dari lokasi kejadian. Petugas kepolisian mewawancarai sang pelanggan itu dan segera saja ia menunjuk Guidry. 

“Dia yang membawa uang saya,” ujar sang pelanggan tersebut. 

Dalam pernyataan tertulis tentang kasus ini, sang pelanggan itu mengatakan dirinya kehilangan dua Dollar lantaran dicuri oleh Guidry. Namun Guidry langsung menyela dan mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa ia hanya mengambil satu Dollar saja.

Guidry juga menyatakan bahwa uang itu masih ada padanya. 

Pengakuan perihal satu Dollar itu rupanya tidak sebanding dengan jumlah uang jaminan yang dikenakan kepada Guidry yaitu sebesar 12.000 Dollar. 

Atas tindakan pencurian itu dan ketidakmampuannya membayar jaminan, Guidry berada di dalam penjara Travis, Jumat (12/4/2019).

Sistem uang jaminan telah mendapat kecaman publik karena dampaknya yang tidak proporsional terhadap orang miskin dan kulit berwarna. Mereka harus menghadapi kesulitan yang besar demi menaruh jaminan. 

Secara nasional, di Amerika Serikat, telah ada usaha untuk mereformasi ketentuan tentang jaminan. Dari pihak pendukung ketentuan ini, sistem seperti ini menjadikan kekayaan sebagai faktor penentu apakah seseorang bisa bebas atau tidak sembari menantikan berjalannya proses hukum kasusnya.

California merupakan negara bagian pertama yang menghilangkan uang jaminan dalam sistem hukumnya. Namun di Texas, anggota parlemen justru gagal mengesahkan undang-undang reformasi jaminan pada 2017. (Prazz)