IFBC Banner

Bukalapak Diretas, RUU Perlindungan Data Pribadi Harus Disahkan

Rabu, 06 Mei 2020 – 20:33 WIB

Data Bukalapak Kembali Diretas, RUU Perlindungan Data Pribadi Mendesak Diteken

Data Bukalapak Kembali Diretas, RUU Perlindungan Data Pribadi Mendesak Diteken

JAKARTA, REQnews – Beberapa waktu lalu data pengguna Tokopedia diretas oleh hacker. Kini giliran Bukalapak mengalami hal serupa. Bahkan ini menjadi kesekian kalinya data konsumennya bocor dan telah ditawarkan di forum dark web.

Pakar keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, agar kejadian serupa tak terulang maka pemerintah dan DPR harus segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) agar ada kepastian hukum.

“UU ini perlu untuk memberikan kepastian hukum baik dari pengelola data maupun peretas yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab. Jadi semuanya harus disadarkan jangan main-main dengan data pribadi orang lain,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2020.

Alfons juga mengungkapkan bahwa peretasan yang kembali terkuak ini sebenarnya masih bersumber dari data 2017 lalu. Kemudian karena data-datanya sudah di-hash satu arah dan sudah di-enkripsi kodenya, maka hacker belum bisa mengakses dan mengontrol semua aktivitas transaksi pengguna. 

“Data bocor tapi passwordnya gak bocor. Secara umum sebenarnya masih aman, tapi karena security yang baik mending disarankan ganti password. Jadi sama seperti Tokopedia data passwordnya di-hash,” katanya.

Seperti diketahui, belum lama ini beredar kabar bahwa sekitar 12.957.573 data pengguna Bukalapak diretas oleh hacker dan menjajahkannya di situs RaidForums. Pelaku memakai akun Tryhard User untuk menawarkan data-data tersebut.

Data tersebut berisikan user ID, email, nama lengkap pengguna, password, salt, username dan tanggal lahir. Si hacker turut menampilkan sejumlah contoh data.

Yang mengejutkan ada nama yang tidak asing, yakni [email protected] yang kemungkinan milik mantan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Selain itu ada [email protected] yang dimiliki Fajrin Rasyid yang merupakan pendiri Bukalapak.