Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Wajib Baca! 4 Cara Jitu Cegah Bullying di Sekolah

Senin, 15 April 2019 – 22:30 WIB

Ilustrasi bullying

Ilustrasi bullying

JAKARTA, REQnews - Kasus perundungan alias bullying terhadap Audrey, siswi SMPN 17 Pontianak beberapa hari terakhir ini kembali diperbincangkan publik. Semua masyarakat pasti tahu, bahwa bullying yang dialami Audrey adalah perbuatan yang dilakukan dengan cara merendahkan martabat seseorang.

Bahkan bullying tak sekedar kekerasan secara verbal semata, dan bisa berujung pada kekerasan fisik dan perbuatan tak layak. Kasus Audrey sendiri sebenarnya satu dari ratusan kasus yang terjadi di Indonesia. 

Contoh saja, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah laporan anak yang menjadi korban kekerasan di sekolah sepanjang tahun 2015 mencapai 147 kasus, dengan total di tahun 2014 ada 159 kasus. 

Yang mengerikan, dampak dari bullying ternyata membuat banyak anak mengalami depresi, dan yang mengerikan memutuskan untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan bullying teman-teman di sekolahnya. 

Nah, dalam tulisan ini REQnews ingin berbagi tips agar kalian bisa mencegah bullying di sekolah, diantaranya: 

1. Buktikan kalau kita itu lebih hebat dari mereka 

Setiap manusia pasti lemah. Tetapi, di mata pembully kita memang lemah. Sesungguhnya, jika kita memiliki kelebihan dan bisa membuktikan kalau lebih hebat daripada mereka. Misalnya, pintar metematika, jago bulutangkis, dan lain-lain. Dengan begitu, mereka akan sadar kalau mereka sesungguhnya mempunyai kelemahan. 

2. Usaha bangkit dari diri sendiri 

Jika kita ingin bebas dari bullying, semuanya dimulai dari diri sendiri. Mengapa? Sebab jika kita tidak mencari cara untuk bangkit dari bullying tersebut, kita akan terus dikekang oleh orang yang menyakiti diri kita. 

Jika kita tidak bisa meakukannya, siapa lagi yang ingin menolong kita? Ada benarnya juga, jika kita ingin bebas dari bullying, perlu seorang teman. Tetapi, lebih baik bangkit dari bullying dari inisiatif diri sendiri. 

3. Berani melaporkannya ke orang tua atau guru 

Jika dibully, lebih baik minta bantuan kepada orang tua atau guru. Agar, kita bisa terbuka apa yang terjadi. Jangan menutupi apa yang terjadi dengan diri kita. Karena itu hanya akan memperburuk masalah dan membuat menjadi takut bergaul dengan orang lain. Lebih baik terbuka dengan orang yang kita percaya seperti guru, orang tua, atau sahabat curhat kita. 

4. Jangan mencoba mengakhiri hidup 

Ini sangat penting! Jangan mencoba mengakhiri hidup. Mengapa? Sudah mendapatkan dosa, mengecewakan orang tua, dan pembully itu puas dengan apa yang dilakukan oleh diri kita sendiri. 

Jadi, jangan mencoba mengakhiri hidup. Selesaikan dengan cara yang baik dan berkonsultasi dengan orang yang kita percaya agar mendapatkan jalan keluar untuk mengatasi masalah yang di alami. (RYN)