Ini 9 Kejanggalan dalam Sidang Kasus Novel Baswedan

Kamis, 21 Mei 2020 – 15:04 WIB

Novel Baswedan

Novel Baswedan

JAKARTA, REQnews - Dalam persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, terdapat 9 kejanggalan yang ditemukan oleh tim advokasi penyidik senior KPK tersebut pada 10 Mei 2020 lalu.

Kejanggalan ini tentu saja menjadi tanda bahwa ada ketidakseriusan penegak hukum dalam mengungkap kasus penganiayaan dan pelanggaran HAM yang dialami Novel sebagai salah satu tokoh pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Proses persidangan jauh dari harapan publik. Sejak awal kami turut memantau jalannya persidangan dan menemukan berbagai kejanggalan," kata Arif Maulana, salah satu anggota tim advokasi Novel Baswedan, 11 Mei 2020.

Berikut 9 kejanggalan dalam persidangan kasus Novel Baswedan yang wajib kamu tahu:

1. Isi dakwaan jaksa diduga hanyalah skenario untuk menutupi pengungkapan aktor intelektual, dan bertujuan agar pelaku dihukum ringan.

2. Para terdakwa adalah anggota Polri aktif, yang didampingi kuasa hukum dari Polri juga.

3. Jaksa mengaburkan fakta terkait air keras yang digunakan untuk penyerangan Novel Baswedan.

4. Dihilangkannya alat bukti berupa keterangan saksi dalam berkas persidangan.

5. Kembali mengemukanya kasus kriminalisasi Novel Baswedan, diduga adalah upaya mengaburkan kasus penyerangan terhadap Novel sendiri maupun KPK secara institusi.

6. Jaksa Penuntut Umum tidak terlihat sebagai representasi negara yang mewakili kepentingan korban, melainkan malah membela kepentingan terdakwa.

7. Majelis hakim terlihat pasif dan tidak objektif mencari kebenaran materiil.

8. Ada dugaan, manipulasi barang bukti telah terjadi di persidangan.

9. Dalam pemeriksaan saksi korban di pengadilan pada 30 April 2020, ruang sidang dipenuhi oleh anggota Polri dan orang-orang yang tampak dikoordinasikan untuk menguasai ruang persidangan.