Astaga, Jutaan Data Warga Indonesia Diretas dari Berkas KPU

Jumat, 22 Mei 2020 – 11:05 WIB

llustrasi hacker/peretas

llustrasi hacker/peretas

JAKARTA, REQnews - Aksi pembajakan atau peretasan data kembali menghantui Indonesia. Kali ini, seorang peretas mengklaim telah mencuri sebanyak 2,3 juta data warga Indonesia yang diambil dari berkas di laman Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bahkan, bukti peretasan itu disebarkan di media sosial, oleh akun Twitter @underthebreach, Kamis 21 Mei 2020. Akun tersebut sebelumnya juga membuat heboh publik setelah ia menginformasikan soal pembobolan data pengguna di Tokopedia, belum lama ini.

Dari postingannya, tampak data warga Indonesia itu merujuk pada tahun 2013. Ia mendapatkan semua identitas warga, mulai dari nomor KTP, NIK dan NKK. 

"Sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan untuk mendaftar nomor telepon, atau dapat digunakan untuk ambil data nomor telepon dari Indonesia," kata peretas tersebut.

Si peretas mengaku mendapatkan data itu dalam format pdf. Akun @underthebreach juga mengunggah contoh data yang didapatkan peretas, nampak data merupakan data KPU (lengkap dengan logo KPU di sebelah kiri) dengan lampiran berjudul 'Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014.'