Fix! Wuhan Larang Konsumsi dan Perdagangan Satwa Liar

Sabtu, 23 Mei 2020 – 11:04 WIB

Fix! Wuhan Larang Konsumsi dan Perdagangan Satwa Liar (Foto: Istimewa)

Fix! Wuhan Larang Konsumsi dan Perdagangan Satwa Liar (Foto: Istimewa)

WUHAN, REQnews - Kota Wuhan, Cina yang diyakini sebagai sumber awal virus corona (COVID-19) kini sepenuhnya melarang perburuan, peternakan, dan konsumsi satwa liar. Virus corona diyakini berasal dari Huanan Seafood Wholesale Market, pasar basah yang menjual satwa liar.

"Jasa perdagangan online, pasar komersial, pasar pertanian dan restoran, serta perusahaan transportasi dan logistik tidak boleh memasok tempat atau layanan untuk konsumsi satwa liar," tulis pemerintah Wuhan di situs webnya pada Kamis 21 Mei 2020.

Langkah itu tampaknya untuk merespons penelitian yang menunjukan virus corona berasal dari kelelawar, lalu ditularkan ke manusia melalui satwa liar yang dijual sebagai makanan di salah satu pasar kota Wuhan.

Peraturan itu berusaha menerapkan langkah-langkah yang sudah diloloskan di level nasional. Langkah-langkah untuk melindungi satwa liar termasuk satwa laut dan menjanjikan bantuan keuangan bagi penjualnya untuk beralih ke bisnis yang lain.

BACA JUGA: Pasar Seafood Huanan di Wuhan Kembali Beroperasi, Pada Gak Kapok Apa Ya?

Namun ada beberapa pengecualian, salah satunya mengizinkan penggunaan satwa liar untuk obat tradisional Cina dengan syarat tidak dikonsumsi langsung manusia. Artinya, perburuan hewan liar hanya diizinkan untuk tujuan "penelitian ilmiah, pengaturan populasi, dan pemantauan penyakit epidemi."

Aturan meninggalkan batasan yang tidak jelas apakah peraturan itu mencakup trenggiling atau tidak. Hewan mamalia kecil itu kerap digunakan untuk obat tradisional Cina. Tapi kini dianggap salah satu perantara yang membawa virus. Peraturan itu segera ditegakkan dan berlaku selama lima tahun.

Diberitakan sebelumnya, pada Januari 2020, seluruh kegiatan di Wuhan disetop akibat penyabaran virus corona kala itu sangat masif. Kemudian, di Februari pemerintah juga menyatakan larangan pada perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Bahkan seluruh Cina saat itu juga lockdown hingga 2 bulan lamanya. Namun, kini pemerintah Cina telah membuka lockdown tersebut dan segala aktivitas masyarakat kembali berangsur normal.

Toko-toko, restoran dan pasar pun juga mulai beroperasi lagi. Seperti tak kapok dengan wabah yang merenggut puluhan ribu nyawa itu, pasar-pasar di sana kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.