Bonnie dan Clyde Ditembak Mati Usai Foto Mesranya Tersebar di Media

Jumat, 20 November 2020 – 23:03 WIB

Bonnie dan Clyde Ditembak Mati Usai Foto Bergayanya Tersebar di Media (Foto: Istimewa)

Bonnie dan Clyde Ditembak Mati Usai Foto Bergayanya Tersebar di Media (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Pasangan suami istri ini tekenal melakukan kriminal hingga membunuh sedikitnya 13 orang. Namun persembunyian keduanya berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian.

Tembakan diarahkan ke mobil mereka, Clyde dan Bonnie tewas di tempat. Sebelumnya, pasangan kriminal ini beberapa kali merampok bank, mencuri, dan membunuh.

Clyde Barrow bersama istrinya Bonnie Elizabeth Parker pun menjadi buron. Mereka tidak berdua, Raymond Hamilton, WD Jones, Henry Metvin, dan Buck Barrow juga terdaftar dalam geng kriminal.

Umur keduannya saat melakukan tindak kriminal masih tergolong muda. Clyde berusia 21 tahun, sedangkan Bonnie 20 tahun.

Awalnya Bonnie tidak pernah terpikir akan menjadi seorang penjahat terkenal di Amerika Serikat. Pasalnya ia merupakan seorang istri dari Roy Thornton.

Namun rumah tangga mereka berantakan saat Roy ditangkap karena perampokan. Tanpa perceraian maupun kata pisah, baik Bonnie maupun Roy tidak pernah terlihat bersama lagi.

Cincin kawinnya bersama Roy masih dipakai hingga kematiannya. Cincin itu bertuliskan ‘Bonnie & Roy’.

Pertemuan Clyde terjadi di West Dallas, saat Bonnie membantu merawat istri temannya pasca mengalami patah tulang. Hubungan mereka semakin dekat kendati Bonnie saat itu masih berstatus isrtri orang.

Clyde adalah orang pertama yang menjerumuskan Bonnie ke dalam lubang hitam kejahatan. Saat umurnya masih belasan tahun Clyde bersama dengan kakak laki-lakinya Buck, sering melakukan pencurian dan pembunuhan.

Bonnie yang terpikat dengan ketampanan dan kharismastiknya, bekerja sama dengan Clyde ikut dalam kejahatan. Semenjak melakukan semua pekerjaan bersama Bonnie, anehnya Clyde belum pernah tertangkap polisi.

Keberadan wanita di sebuah geng krimnal mendapat perhatian banyak orang saat itu. Wanita dalam kejahatan masih dianggap tabu di kalangan masyarakat. Karena mereka menganggap seorang wanita tidak mungkin melakukan kriminal sebesar itu dan tidak pantas.

Tahun 1933, polisi berhasil menemukan tempat persembunyian geng tersebut. Buck Barrow terbunuh sedangkan Bonnie dan Clyde berhasil lolos dari serangan mematikan itu. Mereka pergi bersama dengan mobil kesayangannya.

Resah karena pasangan suami istri itu masih berkeliaran, Kepolisian Texas menyewa penyelidik senior Kapten Frank Hamer. Selama tiga bulan masa pencarian Hamer berhasil menemukan jejak Bonnie dan Clyde di Louisiana, tempat keluarga Henry Methvin tinggal. Itu terbukti dari foto – foto bergaya mereka yang tersebar di media.

Sebelum matahari meninggi, Hamer bersama tim kepolisian bersembunyi di semak-semak jalan desa luar Sailes. Diduga hari itu mereka akan melewati jalan tersebut. Setelah menunggu lama, tampak sebuah mobil sedan Ford V-8 akan melintasi jalan.

Ketika mobil mulai mendekat hujan peluru langsung mengarah ke mobil yang ditumpangi Bonnie dan Clyde. Mereka tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala. Pemakaman dilakukan secara terpisah karena orang tua Bonnie tidak sudi anaknya satu liang lahat bersama Clyde.