Gegara Perang Kosovo, Slobodan Milosevic Diadili Atas Kejahatan Perang

Jumat, 20 November 2020 – 23:30 WIB

Gegara Perang Kosovo, Slobodan Milosevic Diadili Atas Kejahatan Perang (Foto: Istimewa)

Gegara Perang Kosovo, Slobodan Milosevic Diadili Atas Kejahatan Perang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Mendeklarasikan kemerdekaan dari Yugoslovia, keputusan Kroasia dan Serbia memicu kemarahan Presiden Slobodan Milosevic. Ia mengirim tank ke perbatasan Yugoslavia sebagai tanda mulainya perang singkat.

Selepas kejadian itu, Milosevic diadili karena melakukan kejahatan perang. Seperti apa perjalanan hidup Milosevic? Berikut ulasannya:

Di usianya yang masih muda, saat itu 18 tahun, Milosevic sudah memberanikan diri bergabung dengan partai komunis. Pria kelahiran Pozarevac, 20 Agustus 1941, berada dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Namun keputusasaan yang membuat kedua orang tuanya mati bunuh diri.

Svetozar Milosevic mempunyai cita-cita sebagai imam di sebuah Gereja Ortodoks di Yugoslavia. Namun ia tidak pernah mendapat rangkaian peresmian sebagai imam.

Ia memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Sepuluh tahun kemudian istrinya, Stanislava, menyusul menggantungkan dirinya.

Resmi sudah Milosevic sebagai anak yatim dan piatu. Ia melanjutkan pendidikan mengambil ilmu hukum di Universitas Beogard, kini menjadi universitas terbesar dan tertua di Serbia. Dari tahun 1983, Milosevic memutuskan menghabiskan sisa hidupnya di dunia politik.

Republik Federal Yugoslavia saat itu meliputi wilayah Kroasia, Montenegro, Slovenia, Serbia, Bosnia-Herzegovina, dan Makedonia. Pada tahun 1989, Milosevic terpilih menjadi predisen Serbia.

Kemudian atas desakan beberapa pihak ia maju menjadi presiden Yugoslavia yang sedang kosong kekuasaan akibat meninggalnya Marshal Tito.

Wilayah Kroasia dan Slovenia mendeklarasikan kemerdekaan, otomatis sudah terbebas dari Republik Federal Yugoslavia. Momentum itu membuat Milosevic marah besar. Atas perintahnya ia menurunkan Kosovo Liberation Army (KLA) atau Tentara Pembebasan Kosovo ke perbatasan Slovenia sebagai tanda perang.

Wilayah Slovenia benar-benar memisahkan diri dengan Yugoslavia. Belum berakhir sampai situ, Serbia kemudian menyerang Kroasia atas perintah Milosevic. Mereka mengirimkan beberapa senjata kepada pemberontak Serbia di Kroasia. Atas peristiwa itu diperkirakan 10.000 orang tewas dan wilayah Kroasia hancur.

Melihat kepemimpinan Milosevic yang terkesan arogan, wilayah Bosnia-Herzegovina menyusul mendeklarasikan kemerdekaannya. Kini perlawanan yang diberikan Milisevic tanpa ampun yang menewaskan 200.000 orang.

Atas kekacauan yang terjadi Milosevic masih percaya diri mencalonkan sebagai presiden Yugoslavia pada tahun 1997. Namum di tahun 2000 saat ia mencalonkan yang ketiga kalinya, bukan kemenangan didapat melainkan kekalahan.

Milosevic tidak terima atas kekalahannya. Setahun kemudian ia didakwa melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pada Juni ia diserahkan ke Belanda untuk diadili atas tuduhan pembantaian besar-besaran di Bosnia dan kejahatan perang di Kroasia.

Pengadilan dimulai pada 12 Februari tahun 2002. Proses pengadilan berlangsung alot karena Milosevic membantah telah melakukan itu semua. Semakin hari kesehatannya memburuk tapi persidangannya tidak kunjung selesai.

Selama proses persidangan pendukungnya terus memberi keterangan bahwa tuduhan terhadap Milosevic dilebih-lebihkan. Bahkan para pendukungnya itu menyatakan bahwa pembantaian di Kroasia dan Bosnia tidak pernah terjadi, itu semua merupakan rekayasa yang dibuat oleh media.

Pada 11 Maret tahun 2006 Milosevic meninggal di sel tahannya, padahal 14 Maret nanti ia akan mendengarkan kesaksian dari presiden Montenegro, Momir Bulatovic. Sampai kematiannya, persidangan yang dimulai tahun 2002 itu belum terselesaikan dengan sempurna.