IFBC Banner

Apa yang Harus Dipelajari Polri dari Kematian George Floyd?

Sabtu, 30 Mei 2020 – 11:38 WIB

George Floyd

George Floyd

JAKARTA, REQnews - Kematian George Floyd yang dibunuh aparat secara keji di Minneapolis, AS tengah menjadi sorotan dunia. Termasuk Polri, juga ikut menyimak perkembangan kasus kekerasan dan pelanggaran HAM tersebut untuk diambil pelajaran di baliknya.

IFBC Banner


Menurut Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, dari kasus tersebut, kepolisian harus bisa benar-benar memelihara keteraturan sosial tanpa harus menunjukkan kekerasan.

"Polisi dibangun untuk mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial. Keteraturan sosial di sini dapat dimaknai lagi pada terjaminnya keamanan dan rasa aman. Kami berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi polisi Indonesia," katanya, Jumat 29 Mei 2020.

"Menangani kejahatan dan pencegahannya dengan cara yang tetap berbasis pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparansi dan akuntabel, berorientasi pada upaya peningkatan kualitas hidup dan adanya pembatasan dan pengawasan kewenangan kepolisian," ujarnya menambahkan.

Bagi Chryshnanda, polisi sebagai salah satu penegak hukum dan keadilan harus berlandaskan pada konteks humanisme dan peradaban. Polri harus hadir sebagai pihak ketiga yang menjembatani berbagai masalah, serta keberadaannya dapat mengangkat harkat dan martabak di masyarakat.

"Keberadaan polisi harus mampu menjamin keamanan dan rasa aman sehingga warga masyarakat dapat beraktifitas untuk berproduksi. Menyelesaikan konflik secara beradab. Mencegah agar tak terjadi konflik yang lebih luas," kata dia.

Ia sekali lagi menegaskan, polisi adalah pejuang kemanusiaan. Keberadaan polisi dapat mengurangi rasa takut warga masyarakat akan adanya gangguan kriminalitas. Menjadi problem solving. Membangun kemitraan, mengutamakan pencegahan dan keberadaannya diterima dan didukung masyarakat yang dilayaninya.