Fakta Hasnul Lari Bugil Keluar Hotel Ketakutan Gegara Diancam Waria

Minggu, 31 Mei 2020 – 12:01 WIB

Fakta Hasnul Lari Bugil Keluar Hotel Ketakutan Gegara Diancam Waria

Fakta Hasnul Lari Bugil Keluar Hotel Ketakutan Gegara Diancam Waria

MEDAN, JAKARTA - Video seorang pria tanpa busana viral di media sosial baru-baru ini. Peristiwa nekat itu terjadi di salah satu penginapan di Medan, Sumatra Utara.

Rekaman video itu pun menunjukkan bahwa pria yang diketahui bernama Hasnul itu berteriak keluar hotel sambil menutupi kemaluannya. Hasnul pun terlihat bersembunyi di balik mobil.

Hasnul mengaku diperas oleh dua orang waria dan satu wanita di dalam kamar hotel. Menurut keterangan Lurah Sekip, Yuda Setiawan, peristiwa itu terjadi pada Jumat 29 Mei 2020, dini hari.

"Kita dapat kabar dari warga dan kepling (kepala lingkungan) ada seorang laki-laki keluar dari hotel itu dengan telanjang bulat tidak menggunakan sehelai apa pun dan dia katanya diperas atau diancam oleh waria-waria yang ada di hotel yang kebetulan tamu hotel," ucap Yuda di Medan, Minggu 31 Mei 2020.

Yuda menambahkan bahwa Hasnul diduga sudah membuat janji bertemu dengan seorang wanita bernama Windi. Namun tiba-tiba ada waria yang masuk ke kamar.

Setelah ketemuan, Windi mengajak Hasnul ke hotel untuk mandi, untuk membersihkan diri. Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing mengatakan, sampai di kamar mandi, Hasnul bertemu dengan seorang waria bernama Zega.

Setelah itu, Zega diduga membuka pintu kamar hotel dan masuk seorang waria lainnya yang kemudian mengambil pakaian serta tas Hasnul. "Waria ke kamar tersebut yang bernama RI alias Brenda dan mengambil pakaian dan tas," ujarnya.

Martuasah menyebut Hasnul ketakutan dan meminta agar Brenda mengembalikan tas serta pakaiannya. Namun Brenda malah diduga memeras dan mengancam Hasnul.

"RI alias Brenda mengancam H, dengan kata, 'Kau bayar Rp 5 juta. Kalau nggak, kugorok kau'," ucap Martuasah.

Hasnul yang ketakutan diduga langsung kabur dari hotel tanpa menggunakan pakaian apa pun alias bugil. Dia disebut berteriak minta tolong kepada warga.

"Sesampai (H) di seberang jalan, tepatnya di depan hotel, warga yang mendengar langsung mendekati H dan menanyakan kepada H 'kenapa?'. H menjawab, 'Tolong, Bang, aku dirampok di kamar 305'. Warga langsung masuk hotel menuju kamar 305 dan menemukan 3 orang di kamar tersebut. Warga pun marah dan meminta pakaian dan tas H dikembalikan. Kemudian ketiga orang tersebut diamankan warga ke lobi hotel," ucapnya.

Polisi menyebut pihak-pihak terkait peristiwa ini memutuskan berdamai. "Kebetulan mereka damai sendiri tanpa paksaan," kata Martuasah.

Pihak-pihak tersebut telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani bersama. Martuasah mengatakan saat ini kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.

"Sementara belum," ucapnya.