Heboh Aliran Sesat di Pulau Bawean, Salat dan Wirid Hadap Timur

Senin, 01 Juni 2020 – 08:32 WIB

Heboh Aliran Sesat di Pulau Bawean, Salat dan Wirid Hadap Timur

Heboh Aliran Sesat di Pulau Bawean, Salat dan Wirid Hadap Timur

JAKARTA, REQnews - Sejatinya, masyarakat Muslim di Indonesia melakukan ibadah salat dengan menghadap ke barat. Namun hal itu tidak dilakukan Marhawi dkk, yang justru memilih salat menghadap timur.

Aksi Marhawi dkk pun viral di media sosial, dan membuat masyarakat menudingnya sebagai aliran sesat. Video berdurasi 37 detik itu direkam di musala yang berada di Desa Batu Sendi, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

Tampak dalam video, banyak orang yang mengenakan busana muslim, sarung, dan peci. Tak hanya salat, aktivitas wirid Marhawi pun ikut viral.

Sebabnya, mereka melakukan wirid dengan gerakan tangan dengan posisi menyilang juga viral. Hal itu membuat Kepala Desa Lebak, Fadal bersama Ketua MUI Kecamatan Sangkapura langsung mendatangi kediaman Marhawi.

Dari pertemuan tersebut, Kata fadal, Marhawi telah mengakui bahwa ajarannya menyimpang. "Semalam sudah didatangi ke kediaman Marhawi dan langsung membuat surat pernyataan," ucap Fadal beberapa waktu lalu di Bawean.

Dalam surat pernyataan itu, selain mengaku bahwa ajarannya menyimpang, Marhawi mengaku bahwa dirinya akan kembali kepada ajaran islam.

Lalu siapa Marhawi? Dia merupakan seorang nelayan yang memiliki profesi lain sebagai dukun. Warga Desa Lebak itu mengaku memiliki kelompok sekitar 30 orang.

Semuanya berasal dari berbagai desa di Bawean.

Dia menjelaskan, saat itu, salat dan wirid menghadap timur karena keadaan saja. Bukan disengaja atau dibuat-buat.

"Saat itu musala penuh. Ya sudah menghadap timur. Itu spontan tidak disengaja," kata dia.

Disinggung mengenai wirid dengan posisi tangan menyilang, Marhawi tidak menampik.

Menurutnya, hal itu wajar. "Banyak lagi kabar bohong yang menyebut saya bisa memanggil malaikat, mendapat wahyu langsung dari Allah. Itu bohong semua, fitnah," terangnya.

Usai menulis surat pernyataan bermaterai itu. Mahrawi langsung membubarkan kelompok yang baru dibentuk beberapa bulan lalu. "Langsung saya bubarkan, itu belum ada nama," kata dia.