Menjijikan! Perusahaan Ini Hukum Pegawainya Makan Cacing Hidup-hidup

Kamis, 04 Juni 2020 – 13:03 WIB

Menjijikan! Perusahaan Ini Hukum Pegawainya Makan Cacing Hidup-hidup (Foto: Istimewa)

Menjijikan! Perusahaan Ini Hukum Pegawainya Makan Cacing Hidup-hidup (Foto: Istimewa)

QIXINGGUAN, REQnews - Sebuah perusahaan di Cina memberikan hukuman yang terlalu berlebihan dan menjijikan kepada pegawainya. Hal ini karena para pegawainya tidak mencapai target penjualan.

Dilansir dari Daily Star, Kamis 4 Juni 2020, pegawai di sebuah perusahaan Cina dipaksa untuk memakan cacing hidup-hidup sebagai hukuman mereka. Hal itu baru terungkap setelah video yang memperlihatkan kejadian tersebut menjadi viral di internet.

Dalam video yang beredar di internet, para pegawai itu terlihat mengenakan rompi perusahaan sedang berdiri melingkar. Para pegawai itu memegang cacing yang sedang menggeliat di atas selembar tisu.

Salah satu pegawai kemudian terlihat memasukkan cacing itu ke dalam mulutnya lalu segera meminum banyak air, sementara pegawai lainnya masih berusaha mengumpulkan keberanian untuk melakukan hal itu.

Parahnya, pegawai yang merasa tidak sanggup melakukannya lalu dipaksa untuk membungkus cacing tersebut dengan tisu dan menelannya langsung bersama tisunya. Dalam video tersebut juga dapat terdengar seorang pria yang mengatakan, "Kadang-kadang itu bisa meledak di mulutmu jika kamu menggigitnya."

Itulah mengapa pria tersebut lalu menyarankan para pegawai untuk membungkus cacing hidup tersebut dengan tisu dan memakannya. Video viral diduga direkam di kantor Bijie Sanhe Pinwei Decorating pada 25 Mei 2020.

Rupanya ada beberapa pilihan lain yang bisa dilakukan oleh pegawai yang gagal mencapai target. Di antaranya, membayar denda sebesar Rp 892 ribu secara tunai, membersihkan toilet kantor selama 15 menit, menyediakan sarapan untuk seluruh pegawai kantor, atau memakan ikan Loach mentah.

Menurut penuturan dari sumber tersebut, biasanya para pegawai yang gagal mencapai target hanya mendapat hukuman berupa squat atau memakan telur mentah. Namun sejak bulan lalu, hukuman yang diberikan menjadi lebih berat.

Hingga saat ini, video tersebut masih diselidiki oleh Biro Peraturan Pasar Distrik Qixingguan. Hasil dari penyelidikan nantinya akan dipublikasikan oleh pemerintah di wilayah tersebut.