Ini Alasan Ganja Dibatasi oleh Hukum Indonesia

Minggu, 07 Juni 2020 – 16:01 WIB

Ini Alasan Ganja Dibatasi oleh Hukum Indonesia

Ini Alasan Ganja Dibatasi oleh Hukum Indonesia

JAKARTA, REQnews – Tumbuh-tumbuhan sudah ada sejak dalam dahulu kala, ada yang memberikan dampak positif maupun negatif kepada kehidupan manusia. Salah satunya ialah ganja yang dianggap sebagai barang ilegal untuk dikonsumsi publik tanpa adanya izin medis.

Namun masih banyak orang, bahkan aktor Dwi Sasono nekat menyalahgunakan ganja. Polisi mengungkap fakta bahwa suami dari artis Widi Mulia Be3 ini sudah cukup lama mengkonsumsi ganja, setidaknya sebelum pandemi Corona (COVID-19).

Seharusnya, Dwi Sasono bisa menghentikan penyalahgunaan ganja, karena apabila dilihat dari aspek hukum-sosial, terdapat beberapa argumentasi mengenai kenapa ganja harus diatur peredaran dan penggunaannya di Tanah Air. 

Berikut ulasannya:

1.      Ganja adalah obat yang sangat kuat. Dalam beberapa dekade terakhir, ganja telah dibuat menjadi lebih ampuh dalam kegunaannya hingga dapat berdampak pada penyakit kejiwaan. Apabila didalami, bahan utama dari marijuana/ganja adalah THC, dan diyakini bahwa THC dapat menyebabkan penyakit kejiwaan. Selain itu juga terdapat bahan CBD untuk menetralkan THC. Di pihak lain, marijuana sedang dijuji sebagai pengobatan terhadap penyakit kejiwaan dan kekhawatiran berlebih.

Namun karena ganja tidak membuat mabuk, produsen ganja sedikit demi sedikit mengurangi kandungan CBD pada ganja dalam beberapa dekade terakhir dan menambah kadar THC yaitu komposisi 4 persen CBD pada tahun 1995 dan bertambah menjadi 12 persen CBD pada tahun 2014, sehingga semakin tinggi risiko pengguna untuk mengidap psikosis.

2.      Dalam studi di Inggris menggungkapkan pengunaan ganja telah meningkat secara signifikan pada tahun 1966 sampai 2005 dan menunjukan meningkatnya kemungkinan pengguna menderita psikosis dan memperparah kondisi kesehatan mereka. Apabila penggunaan ganja diawasi oleh pihak berwenang maka akan semakin rendah risiko terkana psikosis.

3.      Ganja merupakan sumber dari segala obat-obatan. Apabila dilegalkan secara hukum maka berdampak pada lonjakan penggunaan obat-obatan yang lebih berbahaya karena sekitar 45% dari pengguna ganja ialah konsumen yang kecanduan seumur hidup. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengguna obat-obatan akan beralih dan mencoba ganja murni karena memiliki efek dan saturiti yang lebih kuat.

Bagi kalian yang mengidap penyakit insomnia ataupun ketergantungan pada obat, lebih baik mengurangi konsumsi dan ketergantungan terhadap obat-obatan. Lebih disarankan untuk beralih pada pengobatan alami serta olahraga dan pola hidup sehar ya guys, karena untuk jangka panjang akan memberikan dampak negatif. (Hans)