Terjerat Kasus Penipuan, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Damai Para Investor

Minggu, 07 Juni 2020 – 13:31 WIB

Terjerat Kasus Penipuan, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Damai Para Investor

Terjerat Kasus Penipuan, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Damai Para Investor

JAKARTA, REQnews - Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur memasuki babak baru. Kuasa hukum pemilik pesantren Tahfizh Daarul Quran, Ariel Muchtar pun mengaku jika pihaknya meminta bukti penipuan yang dialami para investor yang menggugat kliennya secara perdata.

Kabarnya, Yusuf Mansur disebut-sebut ingin ajak berdamai para penggugatnya. Investor-investor yang dimaksud antara lain Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami. Mereka mengaku dirugikan Ustaz Yusuf Mansyur untuk pembangunan Condotel Moya Vidi (Yogyakarta) dan hotel Siti (Tangerang, Banten) dalam kurun waktu 2013 -2014.

Merasa haknya belum terpenuhi, kelima insvestor itu mulai menagih janjinya kepada pihak Ustaz Yusuf Mansyur. Setelah berulang kali menemukan jalan buntu akhirnya dilayangkan somasi yang berujung gugatan kepada Ustaz Yusuf Mansyur sebesar Rp 5 miliar.

Ariel pun membantah kerugian yang diajukan para investor tidak sebesar itu. "Soal 5 miliar saya jelaskan bahwa kerugiannya tak sebesar itu, 5 miliar adalah total kerugian imaterial yang mereka tuntut," kata Ariel Muchtar beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bahkan dirinya mengklaim jika kerugian lima orang tersebut tak sampai Rp 100 juta. Pun ia mengatakan pihak Ustaz Yusuf Mansur memberikan kesempatan untuk penggugat memberikan bukti kerugian sebesar 5 miliar itu dalam persidangan nantinya.

"Nanti kalau sudah masuk persidamgan pembuktian silakan. Kalau kami sesuai dengan etika persidangan saja, kenapa kami tidak beri keterangan karena etikanya seperti itu isi mediasi tak bisa disampaikan, tapi setelah baca berita dan isinya seperti itu, kami merasa perlu diluruskan," ujarnya.

Diketahui, Ustaz Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh 5 orang investor yang merasa dirugikan, mereka adalah Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang mediasi pada Rabu 3 Juni lalu, di Pengadilan Negeri Tangerang, pihak Ustaz Yusuf Mansur meminta bukti yang menunjukkan bahwa lima penggugat itu adalah investor perusahaan milik dia.

Namun, pihak penggugat menolak memberikan bukti karena merasa belum masuk agenda pembuktian. Kata Ariel, bukti tersebut diminta sebagai bentuk itikad baik ustaz agar perkaranya selesai di mediasi tanpa adanya persidangan.

Ustaz Yusuf Mansur dituntut ganti rugi sebesar Rp 5 miliar setelah diduga tak memenuhi janjinya pada investor untuk memberikan uang kerahiman dan laporan keuangan dalam investasi pembangungan Condotel Moya Vidi (Yogyakarta) dan hotel Siti (Tangerang, Banten) dalam kurun waktu 2013-2014.

Terkait ajakan berdamai, Ariel mencoba meluruskan apa yang disampaikan pihak penggugat yang saat itu diwakilkan kuasa hukumnya. "Saya baca tuh kalau pihak Ustaz Yusuf Mansyur mau berdamai harusnya itu dulu (saat somasi). Sekarang saya sampaikan, dulu atau sekarang bukan kami mau mengaku bersalah lalu berdamai, tidak," kata Ariel.

"Itu itikad baik Ustaz, beliau gak mau langsung mengelak dan merasa tak salah, maksud ustaz diberi itikad baik, jadi bukan berdamai. Kalau berdamai kan seolah-olah kami yang salah," ujarnya.

Dikatakan Ariel Muchtar, kliennya itu sudah memberikan itikad baik kepada penggugat untuk membuktikan bila Ustaz Yusuf Mansur bersalah sesuai gugatan mereka.

Sementara pihak penggugat diwakilkan oleh kuasa hukumnya Asfa Davy Bya bersama rekan. "Mereka dijanjikan akan diberi laporan keuangan, setiap tahun ada pembagian kerahiman (bagi untung), dan mendapat jatah menginap secara gratis," kata Asfa.

"Tetapi, sampai akhir 2019 lalu, jangankan uang kerahiman, laporan keuangan yang dijanjikan diberikan secara berkala tersebut tak juga pernah ada," ujarnya.

Dalam mediasi yang masih menemui jalan buntu itu pihak Ustaz Yusuf Mansyur meminta adanya bukti kwitansi dan dokumen lainnya untuk ditunjukkan sebagai bukti dan akan dibuatkan akta damai. Namun pihak penggugat menolak hal tersebut, karena menurut mereka seharusnya dokumen itu diminta saat masa somasi atau sebelum masuk persidangan.

"Kalau Ustaz Yusuf Mansur mau damai, mestinya sejak kami somasi ada tanggapan positif dari pihak Yusuf Mansur. Bukan di sidang mediasi," kata dia.