Geger! WNI di Australia Nyolong Tas Louis Vuitton Rp 155 Juta, Pelaku Bebas?

Jumat, 12 Juni 2020 – 10:33 WIB

Geger! WNI di Autralia Nyolong Tas Louis Vuitton Rp 155 Juta (Foto: Istimewa)

Geger! WNI di Autralia Nyolong Tas Louis Vuitton Rp 155 Juta (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabar penangkapan seorang warga negara Indonesia (WNI) di Australia akibat mencuri tas di gerai brand ternama dunia, Louis Vuitton viral di media sosial. Turut diberitakan media lokal di sana aksi pencurian ini menghebohkan netizen Indonesia.

Aksi pencurian ini terjadi di outlet Louis Vuitton yang berada di Whiteman Street, Southbank, Melbourne. Pelaku yang merupakan seorang wanita itu ditangkap saat henda melarikan diri ke Indonesia.

Aksi pencurian ini berawal ketika seorang oknum WNI yang terekam mengenakan jaket puffer coklat dan legging hitam tersebut pergi ke outlet Louis Vuitton. Ketika penjaga toko sedang lengah, wanita yang tak diketahui identitasnya tersebut lantas membawa kabur tas mewah yang ditaksir mencapai US$ 11.000 atau setara dengan Rp 155 juta.

Dilansir dari 7News, Jumat 12 Juni 2020, wanita tersebut pergi ke sana tepat sebelum pukul 13.00 waktu setempat pada 19 Mei 2020. Menurut kesaksian, ia meminta bantuan karyawan toko untuk menunjukkan sejumlah tas jinjing tangan.

Tak hanya melihat-lihat tas, ia pun juga mencoba sejumlah sepatu di toko tersebut. Namun, ketika pegawai outlet lengah dan berada di gudang, ia pun lantas menyembunyikan dua tas tangan dengan ukuran kecil. Setelahnya, ia pun langsung melarikan diri.

Perbuatan tak terpuji tersebut terekam oleh CCTV toko. Pelaku terekam mengenakan jaket puffer coklat dan legging hitam.

Berdasarkan keterangan polisi setempat, ia hendak mencoba kabur dengan penerbangan menuju ke Indonesia. Ketika ditangkap, wanita tersebut didapati membawa tas LV curian dan sejumlah aksesoris mahal.

Usai adegan penangkapan di Bandara Melbourne tersebut, polisi setempat pun melakukan penggeledahan ke alamat yang bersangkutan di daerah Carlton, Melbourne.

Di tempat tinggal yang bersangkutan, selain tas mewah ditemukan sejumlah baju bermerk dan aksesoris mahal yang diduga merupakan hasil curian. Harga dari baju dan aksesoris itu ditaksir mencapai USD 50.000 atau sekira Rp 709 juta.

Kini yang bersangkutan telah dibebaskan dengan jaminan. Namun ia tetap harus menjalani sidang atas tuduhan pencurian ke Pengadilan Magistrat Melbourne pada tanggal 2 Oktober 2020 mendatang.