Viral! Pesan Terakhir Anak Penderita COVID-19, 'Aku Memaafkanmu Mah'

Sabtu, 27 Juni 2020 – 08:31 WIB

Viral! Pesan Terakhir Anak Penderita COVID-19 Bikin Menyayat Hati

Viral! Pesan Terakhir Anak Penderita COVID-19 Bikin Menyayat Hati

JAKARTA, REQnews - Ada kisah mengharukan seorang anak yang meninggal karena COVID-19. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, sang anak bernama Massoumah menyampaikan pesan yang bikin hati menangis pilu kepada orangtuanya. 

Pesan itu berbunyi, "Aku memaafkanmu, Mama", itulah kata-kata terakhir yang diucapkan gadis berusia 13 tahun yang tertular virus dari ibunya tersebut. 

Diketahui, sang ibu merupakan perawat di salah satu pusat karantina Al-Ahsa.

Melansir dari Arab News, Sabtu 27 Juni 2020, Al-Hamoud kini telah kehilangan malaikat kecilnya. "Dan saat-saat terakhir perpisahan adalah yang paling menyakitkan dan menghancurkan," ujar Al-Hamoud.

Kata dia, Massoumah, seorang anak yang jarang mengeluh. Ketika kesakitan, dia justru meminta ibunya untuk beristirahat dan tidur. Ia menahan kesakitan dengan kondisinya yang semakin buruk akibat virus.

Saat mengucapkan perpisahan dengan anaknya, Al-Hamoud mengaku seolah jiwanya telah padam hari itu. Putrinya meninggal dunia pada 15 Juni 2020 lalu.

Habib Al-Biladi, Ayah Massoumah, mengatakan bahwa putrinya meninggal untuk negaranya. Ketika karantina rumah dimulai pada pertengahan Maret, istrinya adalah salah satu yang pertama secara sukarela menjadi relawan di pusat karantina di Al-Ahsa.

Bukan hanya putrinya, lanjut Al-Biladi, dirinya dan kedua putranya yang lain juga terinfeksi. Satu keluarga itu kemudian di karantina di hotel di Al-Ahsa.

Suhu putrinya melonjak beberapa hari kemudian dan dibawa ke beberapa klinik, di mana dia diberikan antipiretik, obat penurun demam, tetapi demamnya terus berlangsung selama dua hari.

Mereka juga membawanya ke Rumah Sakit Anak, dan ia menjadi lebih stabil, jadi kami akan membawanya pulang, tetapi rumah sakit menyarankan untuk tetap di sana agar dapat dipantau kesehatannya.

"Segalanya mulai berubah dengan cepat sampai dia mengalami gagal ginjal, dan kemudian fungsi vital di tubuhnya dihentikan, jadi dia dipasang ventilator," cerita Al-Biladi.