Viral Tenaga Kesehatan Dangdutan di Wisma Atlet, Anji: Nakes Mau Saling Menularkan?

Senin, 29 Juni 2020 – 11:32 WIB

Viral Tenaga Kesehatan Dangdutan di Wisma Atlet, Anji: Nakes Mau Saling Menularkan?

Viral Tenaga Kesehatan Dangdutan di Wisma Atlet, Anji: Nakes Mau Saling Menularkan?

JAKARTA, REQnews - Masih ingat dengan imbauan yang kerap digaungkan para tenaga kesehatan yang meminta masyarakat untuk tidak saling berkumpul dan menggelar acara hiburan? Imbauan tersebut kini mereka langgar sendiri dengan menggelar dangdutan sebagai acara perpisahan di RS Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Acara tersebut pun dikritisi musisi Anji lewat akun Twitternya @duniamanji. Dalam cuitannya, mantan vokalis Drive ini membagikan video yang memperlihatkan dangdutan di Wisma Atlet. Dalam video itu terlihat banyak orang yang sedang berjoget.

“Dangdutan di Wisma Atlet. Saya tahu izin kerumunan sudah dikeluarkan. Tapi tetap berjarak. Ini Nakes mau saling menularkan virus atau bagaimana?” tulis Anji, Minggu 28 Juni 2020.

Apabila dangdutan boleh digelar di Wisma Atlet, seharusnya para musisi juga diberikan izin untuk manggung kembali secara langsung di hadapan para penggemarnya. Tidak lewat penampilan secara virtual.

“Oke saja, sih seperti itu. Tapi izinkan musisi manggung lagi seperti ini. Kasihan ribuan/jutaan musisi yang kehilangan pekerjaan,” tulis Anji.

Pria berusia 41 tahun ini pun tidak menyalahkan acara dangdutannya maupun artis yang menjadi pengisi acara tersebut. “Justru, terima kasih sudah menunjukkan keadaan di sana,” kata dia.

Justru Anji mempertanyakan bagaimana kondisi tenaga kesehatan yang ikut dalam acara dangdutan tersebut. Apalagi mereka adalah orang yang berhubungan dengan pasien penderita COVID-19.

“Nakes adalah orang-orang yang paling berhubungan dengan Pasien. Dengan tidak berjarak begitu, apakah memang mau saling menularkan? Kecuali mau joged-joged dengan memakai APD,” tulis Anji.
Menjawab kritikan Anji tersebut, Kepala Kesehatan Kodam Jaya, Kolonel S Doni mengatakan, acara tersebut hanya dilaksanakan dalam waktu sebentar. "Intinya adalah pamitan beberapa pejabat dan petugas, lalu ada sedikit hiburan musik yang kemudian langsung diakhiri," ujar Doni.

Dirinya juga menegaskan, ketentuan pembatasan dilakukan selama acara berlangsung. Ia menambahkan, yang bisa hadir dalam acara tersebut hanya petugas kesehatan dan kehadirannya pun diatur secara bergantian.

"Selain petugas kesehatan, tidak ada orang lain yang diizinkan masuk," kata dia.

Selain itu, tambah Doni, acara tersebut juga memperhatikan aturan protokol kesehatan. Di antaranya adalah pembatasan peserta yang ikut acara dangdutan di Wisma Atlet. "Menggunakan masker, penyediaan tempat cuci tangan, dilaksanakan pemeriksaan suhu tubuh dan ketentuan untuk menjaga jarak," ujarnya lagi.