Tipu Daya Maria Lumowa, Jual Ayat Alkitab dan Ngaku Pewaris Harta Karun Yahudi

Kamis, 09 Juli 2020 – 18:00 WIB

Tipu Daya Maria Lumowa, Jual Ayat Alkitab dan Ngaku Pewaris Harta Karun Yahudi

Tipu Daya Maria Lumowa, Jual Ayat Alkitab dan Ngaku Pewaris Harta Karun Yahudi

JAKARTA, REQnews - Maria Pauline Lumowa alias Erry akhirnya harus menerima nasib diekstradisi dari Serbia. Tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun itu kabur selama 17 tahun dari penegak hukum Indonesia.

Mengutip Majalah Tempo, Kamis 9 Juli 2020, keterlibatan Erry mencuat pada 2002. Kasus ini bermula saat perusahaan yang dimiliki Erry, panggilan Maria, PT Gramarindo Group mendapat kucuran kredit dari Bank BNI cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam bentuk dolar Amerika dan Euro sebesar Rp 1,7 triliun dengan kurs ketika itu.

Dalam menjalankan aksinya, Erry dikenal pandai meyakinkan orang dan selalu tampil gemerlap dengan berlian mahal. Tak salah banyak sejumlah pihak menyebut perempuan kelahiran 1958 itu memiliki kemampuan memikat luar biasa.

Seorang sumber mengaku pernah menyaksikan Erry membuat dua pejabat tinggi Provinsi Irian Jaya terpesona pada tahun September 2003. Pada saat itu, Erry dengan segala tipu dayanya menjabarkan pendapat para ahli geologi Israel tentang kekayaan melimpah di Bumi Cenderawasih. "Bahkan ia berani mengutip ayat Alkitab segala untuk menjelaskan Papua," ujar sumber itu.

Adalah Dicky Iskandar Dinata adalah bankir kawakan yang pernah ikut terlibat dalam kasus skandal pembobolan BNI tersebut. Ketika itu dirinya menjabat Presiden Direktur PT Brocolin International, salah satu perusahaan milik Erry yang terbukti menerima aliran dana bank pelat merah tersebut.

Terbukti bersalah, Dicky divonis 20 tahun penjara pada 2006. Awal perkenalan dengan Erry diakuinya dari sang sahabat Adrian Waworuntu. Adrian juga divonis atas tuduhan dalang pembobolan Bank BNI bersama Erry.

Saat itu Dicky mengaku diajak Adrian bertandang ke rumah Erry di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan pada Maret 2003. Ia pun tertegun saat melihat sebuah kediaman yang luar biasa megah bak istana, sebuah kompleks yang luas terdiri dari lima rumah sekaligus.

Di pelataran rumah, paling tidak ada enam buah sedan Mercedes seri terbaru berderet-deret. Dicky mengatakan perkenalannya dengan Erry diawali ketika Adrian menawari untuk mengelola dana investasi lebih dari US$ 100 juta. "Ini dana dari Israel," Dicky menirukan Adrian, dikutip dari Majalah Tempo edisi November 2003.

Disebut Adrian, Erry menjadi kuasa dari sejumlah penyandang modal dari Negeri Yahudi dan pernah tinggal di Israel serta punya seorang ayah angkat di sana.

Usahanya pun terhampar di mana-mana, mulai dari Indonesia, Belanda, Amerika Serikat, hingga Australia. "Di Kupang, dia punya perusahaan marmer yang menguasai izin penambangan di tujuh gunung. Bagaimana saya tidak percaya?" kata Dicky.

Dicky pun mengaku tertipu setelah mengenal Maria Lumowa. Ia menyatakan tak tahu-menahu kalau duit yang mengalir ke perusahaannya berasal dari tipu muslihat Letter of Credit (L/C) fiktif di kasus pembobolan Bank BNI.