Tak Cuma Natuna, Cina Juga Klaim Batik sebagai Warisan Budaya Mereka

Senin, 13 Juli 2020 – 12:25 WIB

Tak Cuma Natuna, Cina Juga Klaim Batik sebagai Warisan Budaya Mereka

Tak Cuma Natuna, Cina Juga Klaim Batik sebagai Warisan Budaya Mereka

JAKARTA, REQnews - Badan PBB UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan dari Indonesia pada 2009 silam. Mereka menyebut batik Indonesia merupakan teknik, simbol, dan budaya yang melekat pada kain katun atau sutra yang diwarnai dengan tangan.

Namun baru-baru ini, media Pemerintah Cina, Xinhua justru mengklaim batik sebagai kerajinan tradisional Cina. Informasi dalam bentuk video itu mereka sebar melalui akun Twitternya.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, tertulis teks, "(Batik) ini biasanya dipakai kelompok etnis minoritas yang tinggal di Guizhou dan Yunan."

Sontak postingan itu membuat sejumlah netizen Indonesia menyerbu akun Twitter Xinhua. Sebabnya, menurut tulisan Harian Kompas, 19 Juni 1985, sebagian ahli mengatakan asal batik yang ada di Jawa adalah dari India. Sedangkan sebagian lagi mengatakan dari Cina.

"Pendapat ini belum dapat memberikan kesaksian yang jitu sebab persoalan yang ditemukan antara teknik batik dan tutup celup yang ada di India sangat berbeda," kata seniman lukis yang juga staf pengajar di IKIP Negeri Yogyakarta, Amri Yahya.

Ada juga pendapat yang menyatakan batik berasal dari Cina karena adanya kesaksian bahwa ditemukan jenis batik dengan teknik tutup celup sekitar 2.000 tahun SM. Namun menurut Amri, kesaksian itu belum bisa diterima karena terdapat perbedaan alat serta bahan yang digunakan.

Cina pun menggunakan teknik dan alat yang mirip dengan yang ditemukan di India, yaitu tutup dengan jenangan ketan. Pun termasuk coretan pewarnaan sebenarnya bukan teknik batik seperti yang ada di Jawa sekarang ini.

Meski diakui daratan Cina dan India sangat banyak memengaruhi perkembangan batik di Jawa, Amri berpendapat batik bukanlah berasal dari India maupun Cina.

Sementara menurut Cina Travel, Batik Cina telah berumur lebih dari 2.000 tahun. Batik celup berwarna Indigo pertama kali muncul pada masa Dinasti Han (206 SM-220 M). Batik dipraktikkan di China pada awal Dinasti Sui (581-618 M) dan sangat mungkin bahwa batik sutra diekspor ke Jepang, Asia Tengah dan, melalui rute sutra ke Timur Tengah dan India.

Dilansir dari Cina Daily, sejarah batik dapat ditelusuri dari masa Dinasti Han Barat (206 SM-24 M). Kala itu, ditemukan batik di makam Mawangdui, milik seorang wanita bangsawan bernama Xing Zhui.

Batik itu ditemukan di Changsha, Ibu Kota Provinsi Hunan, China Tengah, pada 1972. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana gaya batik diciptakan. Ada satu kisah rakyat tentang "gadis batik" yang dijadikan salah satu teori asal mula batik di Cina.

CHina Daily, 10 Oktober 2019, menurut legenda, seorang wanita muda yang tinggal di Desa Miao tengah memikirkan cara untuk mewarnai berbagai pola bunga pada kain. Suatu hari, dia tertidur saat dia melihat bunga. Dalam mimpi, seorang gadis peri membawanya ke sebuah taman besar.

Terpesona oleh bunga-bunga yang indah, wanita muda itu tidak menyadari bahwa banyak lebah bersandar pada rok bermotif bunga. Ketika terbangun dari tidurnya, wanita itu menemukan tanda lilin lebah di roknya. Dia mencoba menghilangkan tanda dengan mewarnai indigo roknya.

Yang mengejutkan, bekas-bekasnya berubah menjadi bunga putih setelah dia mencuci roknya dengan air mendidih. Temuannya itu menjadi awal penggunaan lilin dalam pewarnaan. Dia menemukan teknik pewarnaan cetak-tahan.

Wanita itu juga mengajari penduduk desa cara menggunakan lilin lebah untuk membuat pola pada pakaian mereka.