Soal Hagia Sophia, Erdogan Melawan Perintah Nabi Muhammad?
JAKARTA, REQnews - Konversi Hagia Sophia yang sebelumnya adalah museum menjadi masjid oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapat penentangan yang keras, bukan hanya dari kelompok Kristen, namun juga para ulama-ulama Islam ternama.
Salah satunya adalah Mufti Agung Dar Al Ifta, Syekh Syauqi Allam yang mengatakan, pengubahan sepihak Hagia Sophia menjadi masjid oleh Erdogan bertentangan dalam Islam, bahkan disebut melawan perintah Nabi Muhammad SAW.
"Muslim diperintahkan melestarikan gereja. Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan, dalam perang jangan menghancurkan kuil atau membunuh biksu," kata Allam dalam sebuah wawancara di televisi, seperti dikutip dari Ahval News, Senin 20 Juli 2020.
Sebagaimana masjid, Allam menegaskan umat Islam juga harus melestarikan gereja sebagai tanda kasih sayang kepada sesama manusia dan umat beragama.
Ia merujuk pada fatwa dari Laith bin Saad Fakih, yang menyebut bahwa gereja adalah bagian dari arsitektur bumi dalam ajaran agama Islam. Sehingga, tak perlu dihancurkan, apalagi dijadikan kontroversi.
Seperti diketahui, Erdogan mendeklarasikan sepihak bahwa Hagia Sophia kini adalah sebuah masjid di bawah otoritas Turki pada 10 Juli 2020 lalu. Hal itu setelah pengadilan tinggi membatalkan konversi situs bersejarah abad ke-6 ke museum oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Atatürk.
Soal reaksi asing mengenai pembukaan Hagia Sophia untuk tempat ibadah, Erdogan mengatakan reaksi dari luar negeri tidak akan mengganggu keputusan Turki yang sudah bulat.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.