Mariyam Fatimah: Merek Branded Nyaman Dipakai

Sabtu, 26 Januari 2019 – 15:00 WIB

Mariyam Fatimah

Mariyam Fatimah

Mariyam Fatimah, SH.MH

Sebagai seorang advokat penampilan tentunya menjadi perhatian Mariyam Fatimah, SH.MH. Menurutnya dalam berbusana Fatimah lebih memilih yang sopan.

“Saya selalu menggunakan lengan panjang, meski sempat diprotes teman-teman,” ucapnya.

Namun Fatimah merasa nyaman dengan busana lengan panjang. Selain itu, warna pilihanya adalah hitam, setiap baju yang ia pakai pasti lebih banyak warna hitamnya, di lemarinya hanya ada beberapa baju saja yang bukan berwarna hitam. Diakuinya dalam membeli baju ia suka yang branded, pasalnya ia menganggap pas ditubuhnya.

Dalam menjalani hidup, Fatimah berusaha untuk enjoy. “Saya tidak boleh stress, karena kalau stress, cara menghilangkannya dengan pergi belanja, saya bisa menghabiskan Rp.300 juta sekali belanja,” ucapnya.

Tak hanya baju, begitu juga dengan tas dan sepatu yang dikenakannya selalu bermerek mahal. Diakuinya bukan karena merek sebenarnya yang membuat ia memutuskan untuk membeli sebuah produk, tapi kenyaman dan tahan lama membuat ia memilih merek-mereka mahal.

Di rumahnya ia memiliki ratusan tas dan sepatu. “Sebenarnya tas saya tidak terlalu mahal, harganya termahal yang saya punya hanya sekitar Rp.160 juta,” tuturnya.

Diakuinya ia tidak mau membeli tas yang terlalu mahal, pasalnya hatinya merasa tidak nyaman, karena masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tanganya di luar sana.

Selain itu, ia juga memiliki banyak aksesoris, tapi diakuinya aksesoris yang banyak itu tidaklah digunakanya, ia hanya suka mengkoleksinya. “Sedari kecil saya suka membeli aksesoris. Ibu saya sampai protes, ko saya mengumpulkan tembaga, dan dia mendoakan agar nanti saya besar, bisa mengumpulkan emas, akhinya doa ibu saya terkabulkan” ungkapnya.

Tapi untuk urusan perawatan, Fatimah mengaku ia bukan orang yang rajin. “Saya punya salon, tapi suka malas melakukan perawatan karena waktunya lama, dengan waktu sepanjang itu, saya bisa gunakan untuk bekerja,”ujarnya tertawa.

Fatimah yang memang dari awal berlatar pebisnis, meski sudah menjadi pengacara yang banyak menangani kasus-kasus besar, ia masih menggeluti bisnis. Bisnis terbarunya mendirikan sebuah salon, ia selalu “mengintip” peluang bisnis yang ada.

“Saya membuka salon dengan harga terjangkau oleh ibu rumah tangga. Dengan harga terjangkau ibu-ibu tetap bisa cantik,” ungkapnya.

Sebelumnya Fatimah sudah dua kali ikut Franchise bisnis klinik kecantikan, namun dirasa kurang menguntungkan, akhirnya ia memilih membuka usaha sendiri. Ia bersyukur karena bisnis salonya berjalan lancar dan ramai. (nls)