Suntik Vaksin COVID, Ojol Bandung: Bengkak, Suhu 39 Derajat

Kamis, 13 Agustus 2020 – 17:32 WIB

Suntik Vaksin COVID, Ojol Bandung: Bengkak, Suhu 39 Derajat

Suntik Vaksin COVID, Ojol Bandung: Bengkak, Suhu 39 Derajat

JAKARTA, REQnews - Sebagai driver ojek online (ojol) , Fadly Barjadi Kusuma rela menjadi salah satu dari ribuan relawan yang disuntik vaksin COVID-19. Ia disuntik di RS Pendidikan Universitas Padjajaran pada Selasa 11 Agustus 2020 lalu. 

Penyuntikan pertama itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tentunya bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kelapa BNPB, Doni Monardo serta rombongan lainnya.

Fadly pun merasakan ada perubahan yang terjadi di tubuhnya setelah 24 jam penyuntikan. Yakni seperti bengkak di bekas penyuntikan hingga peningkatan suhu tubuh skala ringan, sedang dan berat mencapai lebih dari 39 derajat celcius.

Apakah ada efek samping usai disuntikkan vaksin Covid-19 tersebut? "Efek samping itu Alhamdulillah enggak ada juga setelah 24 jam," ujar Fadly mengutip berbagai sumber pada Kamis 13 Agustus 2020.

Namun dirinya mengaku beberapa jam setelahnya, ia merasakan kantuk yang hebat. Ia tidak tahu kantuk itu efek vaksin atau bukan.

"Cuma sorenya, kemarin, lima jam setelah penyuntikan, saya merasa ngantuk sekali, ngantuknya enggak biasa. Saya tidurin, pulas. Bangun-bangun tadi pagi dibangunin istri. Enggak tahu apakah efek samping atau bukan," ucap dia.

"Sekarang sudah biasa bekerja, kembali beraktivitas seperti biasa," kata dia lagi. 

Dalam penyuntikan massal uji coba vaksin itu, Fadly mengajak istrinya untuk daftar jadi relawan ujicoba vaksin. Namun, istrinya belum mendapat panggilan untuk disuntik.

"Alhamdulillah tadi lancar. Disuntik vaksinnya cuma kurang dari 1 menit. ‎Istri sudah daftar jadi relawan juga, katanya nanti sesi dua," ujar Fadly. 

Ditanya soal motivasi ikut jadi relawan, Fadly mengaku itu demi kebaikan dirinya sendiri serta istri dan anaknya. Apalagi, ia setiap hari berjibaku di jalanan mengantar penumpang.

"Saya kerja di luar. Pas saya pulang, saya tidak mau bawa virus sampai istri anak jadi korban. Motivasi besarnya buat masyarakat juga, setelah ini berhasil kan bermanfaat buat orang lain juga," ucapnya.

‎Sejauh ini, uji coba vaksin virus corona ini pertama kali dilakukan di dunia pada manusia. Untuk vaksin Sihovac buatan China, sudah masuk fase uji coba ke tiga yakni pada manusia.

"Soal efek samping, sempat takut sih. Tapi saya sudah melewati fase takut itu. Tapi yang paling saya takutkan itu, saya tidak bisa kerja dan tidak bisa nafkahi anak istri," ucapnya.

Rencananya, uji vaksin ini akan dilakukan pada 1,620 relawan. Saat ini sudah ada 1,200 relawan. Ia mengajak warga lainnya untuk sama-sama uji coba vaksin, selagi masih ada kesempatan.

"Jangan takut divaksin. Kalau takut efek samping, perbanyak baca. Jangan terlalu percaya hal-hal lain. Kita harus waspada dengan Covid," ujar Fadly.

Sementara, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis vaksin Covid-19, dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Kusnandi Rusmil mengatakan dalam uji vaksin tahap ketiga ini, kata dia, ada dua efek samping yang akan dirasakan oleh relawan yakni lokal dan sistemik.

"Kalau lokal bengkak, berapa besar bengkaknya, nanti kita lihat, kalau sistemik, panas, berapa panasnya, jadi gitu, mereka semua lapor," ucapnya.

Kusnandi memastikan tidak ada istilah gagal dalam uji vaksin ini. Sebab, kata dia, ini merupakan uji klinis tahap ketiga.

"Diduga selama ini enggak ada efek sampingnya, kan ini yang ketiga, kalau banyak efek sampingnya dari dulu sudah tidak bisa lagi, sekarang ketiga," katanya.

Selain di Indonesia, kata dia, ada sejumlah negara lain seperti India, Brazil, Bangladesh, dan Turki yang sama-sama mengembangkan vaksin Covid-19 ini. Lagi pula, kata dia yang menentukan gagal atau tidaknya vaksin itu WHO.

"Tidak ada orang yang bisa ngomong ini gagal, yang bisa cuma WHO, karena kalau vaksin itu komitmen global, karena akan diberikan kepada semua orang, jadi yang bertanggung jawab adalah WHO, makanya di beberapa tempat," ucapnya.

Sementara Presiden Joko Widodo merasa optimistis vaksin yang sedang dilakukan uji klinis ini dapat menangani Covid-19 di Indonesia dengan masyarakat Tanah Air sebagai prioritas.

"Kita optimis dengan segera ditemukannya vaksin ini, kita bisa kasih vaksin ke seluruh rakyat," ujar Joko Widodo