Kronologi Insiden Salah Tembak 3 Pemuda Makassar Versi AKBP Kadarislam

Senin, 31 Agustus 2020 – 15:00 WIB

Kronologi Insiden Salah Tembak 3 Pemuda Makassar Versi AKBP Kadarislam

Kronologi Insiden Salah Tembak 3 Pemuda Makassar Versi AKBP Kadarislam

JAKARTA, REQnews - Belum tuntas kasus perusakan Polsek Ciracas, Polri kini diuji lagi dengan kasus penembakan tiga pemuda Makassar yang dilakukan petugas kepolisian.

Para korban yang dimaksud adalah Anjas (23), Iqbal (22) serta Amar (18). Anjas meninggal dunia akibat mengalami luka tembak di kepala.

Sedangkan Iqbal dan Amar mengalami luka tembak di bagian betis. Seperti apa insiden berdarah tersebut? 

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam pun mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Minggu 30 Agustus 2020 dini hari itu. Ia mengatakan bahwa insiden ini berawal saat anggota polisi melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan.

Di lokasi itu, polisi menanyakan sebuah alamat ke pemuda yang sedang minum minuman keras. Namun tiba-tiba ada yang memukul petugas dari belakang.

"Begitu mau tanya alamat terus anggota ditanya anggota apa bukan, tiba-tiba ada yang mukul dari belakang," kata AKBP Kadarislam kepada wartawan pada Minggu 30 Agustus 2020.

Padahal, saat itu petugas sempat menunjukkan identitas kepada warga. Namun karena ada memukul anggota dari belakang, situasi memanas.

Tak cuma dipukul, anggotanya juga diteriaki pencuri. Warga yang ada di lokasi pun mengejarnya.

Karena merasa terpojok, polisi kemudian membela diri dengan melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru tajam.

Namun Kadarislam mengatakan ia belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan di insiden tersebut. "Cuma sekarang lagi mau cari kenapa bisa ada warga ketembak begitu," ujarnya.

"Dugaan sementara salah tembak. Iya (pakai) peluru tajam," kata dia. 

Usai peristiwa itu, enam polisi diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel. Mereka berasal dari Polsek Ujung Tanah dan Polres Pelabuhan Makassar.

Terkait pemeriksaan anggotanya, Kadarislam menjamin transparansi pemeriksaan polisi yang diduga melepas tembakan yang mengenai warga. Apalagi jika 3 pemuda yang tertembak itu bukan bagian dari para pemuda mabuk yang ditanyai alamat oleh petugas.

Mantan Kapolres Bone ini mengatakan ada kemungkinan jumlah anggota polisi yang diperiksa di Propam atas peristiwa penembakan ini bertambah

"Korban sudah kami temui dan keluarganya. Kami tetap transparan kalau ada anggota yang salah itu tetap akan kami tindak," ujar Kadarislam.

Kadarisman pun mengaku akan kembali menemui keluarga korban karena mereka keberatan atas peristiwa yang terjadi pada anaknya.

Sementara itu Jawad, ayah korban bernama Anjas mengatakan peristiwa tersebut berawal saat anaknya izin menginap di rumah temannya. Saat berada di dalam rumah, Jawad sempat mendengar letusan senjata berkali-kali.

Namun ia tak tahu pasti kronologi sang anak bisa tertembak. Saat kejadian pukul 01.30 Wita, Jawad memastikan tak ada ada perang kelompok di sekitar lokasi.

"Saya juga tidak tahu ceritanya bagaimana karena yang korban 3 ini kena tembak. Pas teriak Binmas, jangan menembak, baru berhenti menembak. Itu saja Binmas bergetar karena hampir juga dia kena tembak," kata Jawad saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Ia bercerita mendapatkan informasi jika tembakan itu dilepaskan oleh polisi. "Pas sudah berhenti baru dikejar sama warga. Tidak ada perang, cuma tiba-tiba saja," ujar Jawad.