Apa Perbedaan Jerinx dan Irjen Napoleon Bonaparte, Beda Pangkat Atau?

Kamis, 03 September 2020 – 19:01 WIB

Apa Perbedaan Jerinx dan Irjen Napoleon Bonaparte, Beda Pangkat Atau?

Apa Perbedaan Jerinx dan Irjen Napoleon Bonaparte, Beda Pangkat Atau?

JAKARTA, REQnews - Jika ada pertanyaan, apa persamaan Jerinx SID dengan Irjen Napoleon Bonaparte, jawabannya pasti sama-sama terjerat kasus pidana. Lalu apa perbedaannya? Jerinx ditahan tapi Irjen Napoleon masih menghirup udara bebas.

Ya hal itu disinggung kuasa hukum Jerinx (JRX), I Wayan Gendo, menyinggung perbedaan perlakuan hukum terhadap kliennya dengan jenderal polisi di kasus korupsi Djoko Tjandra tersebut. Sebab Wayan menyebut bahwa selama ini kliennya telah kooperatif dengan penyidik.

Sebuah hal yang sama seperti alasan tidak ditahannya Inspektur Jenderal Napoleon di Bareskrim Polri. Berbeda dengan Jerinx, yang penangguhan penahanannya yang diajukannya tidak pernah diterima.

"Lantas apa bedanya dengan JRX yang juga sangat koperatif? Padahal jika ditimbang kasus suap menyuap jauh lebih berat bobot kejahatannya dibanding apa yang JRX lakukan," kata Wayan dalam keterangan resmi, Kamis 3 September 2020.

Wayan mengatakan bahwa publik dapat menilai sendiri bagaimana perbedaan perlakuan hukum yang terjadi dalam dua peristiwa tersebut.

"Bandingkan dengan JRX, apakah ada JRX menyulitkan pemeriksaan sehingga menjadi alasan kuat menolak penangguhan penahanan? Jelas tidak ada," ujar Wayan.

Meski kecewa, pihaknya akan menerima keputusan hukum terhadap kliennya. Namun pihaknya mengaku kembali mengajukan penangguhan penahanan ke pihak Pengadilan Negeri Denpasar.

Menurutnya, Jerinx telah memenuhi prasyarat untuk dijadikan sebagai tahanan kota atau rumah. Diketahui, saat ini kliennya sudah dilimpahkan ke pengadilan dari Kejaksaan.

Sehingga, dalam waktu dekat perkara Jerinx akan dapat disidangkan. "Menyiapkan diri untuk melakukan pembelaan terbaik bagi JRX di depan pengadilan," kata dia.

Wayan pun meminta agar pengadilan menghadirkan Jerinx secara langsung di pengadilan nanti sehingga persidangan tidak digelar secara daring (online).

Sebelumnya, Polda Bali telah menetapkan Jerinx sebagai tersangka dan langsung menahannya terkait kasus unggahan soal 'IDI kacung WHO' di media sosial.

Sementara, Irjen Napoleon menjadi tersangka penerima suap dari Djoko Tjandra untuk menghapus nama terpidana korupsi Bank Bali itu dari daftar red notice Interpol.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menyebut tidak ditahannya Napoleon karena penyidik menilainya kooperatif selama pemeriksaan, bukan karena dia jenderal bintang dua.

Diketahui, keputusan penahanan terhadap tersangka dilakukan pertimbangan subjektif penyidik didasarkan atas pasal 21 ayat (1) KUHAP. Bahwa penahanan dilakukan penyidik jika ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana.

Pertimbangan objektif berdasarkan pasal 21 ayat (4) KUHAP, yakni tersangka diancam dengan tindak pidana penjara lima tahun atau lebih, atau tersangka dan atau terdakwa tindak pidana pasal-pasal tertentu di KUHP, Ordonansi bea cukai, UU Darurat 8/1955, dan UU Narkotika.

Jerinx dijerat dengan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte, bersama Brigjen Prasetijo Utomo, selaku tersangka penerima suap dari Djoktjan, dijerat pasal 5 ayat 2 (hukuman maksimal 5 tahun penjara), pasal 11 dan 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor (hukuman maksimal 20 tahun bui) dan pasal 55 KUHP.