Kronologi Noufal Si Petugas Ambulans yang Perkosa Bunga, Pasien Positif COVID

Rabu, 09 September 2020 – 09:06 WIB

Kronologi Noufal Si Petugas Ambulans yang Perkosa Bunga, Pasien Positif COVID

Kronologi Noufal Si Petugas Ambulans yang Perkosa Bunga, Pasien Positif COVID

JAKARTA, REQnews - Habis jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itu yang dirasakan Bunga (bukan nama sebenarnya) yang harus menerima nasib diperkosa Noufal V, sopir ambulans pasien COVID-19. 

Pasalnya, Bunga diperkosa saat dirinya sedang dibawa ke rumah sakit pada Savtu 5 September 2020 lalu. Asal tahu saja, wanita berusia 20 tahun ini positif COVID-19.

Dalam perjalanan ke rumah sakit itulah, Noufal melakukan aksi bejatnya ke Bunga. Mengutip Times of India, Rabu 9 September 2020, gadis malang itu diperkosa saat dibawa ke rumah sakit di distrik Pathanamthitta Kerala.

Polisi pun gerak cepat dan langsung menangkap Noufal. Ia juga diberhentikan dari perusahaan layanan ambulans Kaniv 108, GVK Emri.

Menurut polisi, insiden ini berawal ketika korban yang telah dinyatakan positif Covid-19, akan dirawat di sebuah rumah sakit di Pandalam, negara bagian Aranmula.

Saat ingin menjemput korban, Noufal sudah membawa seorang perempuan lansia yang juga dinyatakan positif Covid-19. "Korban pertama kali dijemput di rumah sekitar pukul 10 malam oleh satu ambulans. Noufal menjemputnya bersama dengan perempuan lansia yang juga dinyatakan terinfeksi virus corona," ujar Bupati Pathanamthitta, KG Simon.

Setelah menjemput korban, Noufal menurunkan perempuan lansia di pinggir jalanan daerah Kozhancheri. Kemudian, pelaku mengarahkan mobil ambulansnya ke sebuah lokasi terpencil dekat kota Aranmula dan memperkosa korban di sana.

Setelah insiden itu, pelaku kembali mengemudikan ambulans dan menurunkan Bunga di kawasan Pandalam, lalu melarikan diri.

Ternyata, pelaku selama satu tahun ini pernah terlibat kasus penyerangan yang menjurus ke pembunuhan.

Petugas Medis Distrik Pathanamthitta, Al Sheeja menyatakan, sejak layanan ambulans Kaniv 108 dikelola oleh perusahaan swasta, perawat jarang sekali menemani pengemudi, kecuali jika kondisi pasiennya serius.

"Sesuai aturan, tenaga medis emergency (EMT), harus ada di ambulans, tapi dalam hal ini hanya pengemudi yang hadir. Kami tidak tahu alasan kenapa EMT tidak ada," kata Al Sheeja.

Lebih lanjut disebutkan, korban merupakan satu di antaranya 148 orang yang dinyatakan terinfeksi virus corona di distrik tersebut pada Sabtu 5 September 2020. Bunga menyusul ibu dan saudaranya yang juga positif Covid-19 dan telah dirawat di rumah sakit Pandalam.