Di Tanah Papua, Mayjen Herman Bikin Turnamen Sepakbola Tersadis di Dunia

Selasa, 15 September 2020 – 08:30 WIB

Di Tanah Papua, Mayjen Herman Bikin Turnamen Sepakbola Tersadis di Dunia

Di Tanah Papua, Mayjen Herman Bikin Turnamen Sepakbola Tersadis di Dunia

JAKARTA, REQnews - Jika ada pertanyaan turnamen sepakbola apa yang paling sadis sedunia? Maka jawabannya adalah Pangdam Cenderawasih Cup 2020, sebuah kompetisi yang digelar untuk usia muda 12 sampai 14 tahun. 

Turnamen ini diselenggarakan oleh Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih di lapangan Frans Kaisiepo, Makodam. Sekaligus menyambut dirgahahyu TNI yang ke-75 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2020.

Setidaknya, ada 20 klub sepakbola usia muda ikut memperebutkan tahta juara Pangdam Cup 2020 itu. Lalu apa yang membuat sadis di turnamen ini? 

Adalah perintah Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Herman Asaribab yang dibilang paling sadis dalam menerapkan aturan. Semisal, untuk menjaga netralitas dalam turnamen itu, para wasit diwajibkan untuk membacakan sumpah untuk memimpin pertandingan dengan jujur dam tidak menerima suap serta adil. 

Aturan sadis lainnya yang diterapkan Mayjen TNI Herman dalam turnamen itu, adalah pemain yang men-tackle kaki lawan dari belakang akan langsung dikeluarkan dari lapangan. Walaupun pelanggaran yang dilakukan tidak keras.

"Langsung wasit harus kasih kartu merah. Karena saya ingin mendapatkan pemain dengan karakter disiplin," kata Mayjen TNI Herman.

Tersadis lagi dan tak pernah terjadi di dunia, aturan bahwa kedua klub yang sedang bertanding akan dinyatakan gugur, jika di dalam pertandingan ada pemainnya yang melawan perangkat pertandingan.

"Kalau pemain melawan wasit, melawan hakim garis, langsung kedua klub saya diskualifikasi," kata Mayjen TNI Herman.

Menurut Mayjen Herman, aturan keras itu diterapkan karena klub dan pemain yang berlaga di turnamen itu akan mendapat kesempatan untuk masuk dan dibina di sekolah sepakbola profesional.

"Jadi saya mencari pemain yang punya karakter displin karena akan disekolahkan di sekolah sepakbola pada Juli 2021," kata Mayjen Herman.