Pengakuan Orang Tua yang Kubur Anak di Lebak: Masukin Kardus, Mayat Ditekuk

Rabu, 16 September 2020 – 10:25 WIB

Pengakuan Orang Tua yang Kubur Anak di Lebak: Masukin Kardus, Mayat Ditekuk

Pengakuan Orang Tua yang Kubur Anak di Lebak: Masukin Kardus, Mayat Ditekuk

JAKARTA, REQnews - Setan apa yang merasuki Lia Handayani dan suaminya Imam Safi'e yang tega membunuh anak perempuannya yang berusia 8 tahun. Bocah malang itu dibunuh lantaran susah diajari saat belajar online.

Karena ketakutan, Lia dan Imam sepakat menguburkan sang anak secara diam-diam di TPU Desa Cipalabuh, Kabupaten Lebak.

Tak butuh waktu lama, pasang suami istri itu ditangkap polisi. Saat diperiksa Lia mengaku menyesal dan tidak sadar membunuh anak perempuannya.

"Dia (korban) sempat nulis surat, 'maafin sudah bikin mama, papa, marah terus. Janji enggak bakal ngelakuin itu lagi'. Saya nyesal banget, Pak, lebih baik saya mati, Pak. Saya enggak sadar Pak, demi Allah, saya enggak sadar," ujar Lia kepada polisi.

Sedangkan sang suami, Imam mengaku sempat memberi korban susu. Sebab, ia melihat anaknya sempoyongan saat berdiri usai dipukul ibunya. "Saya tanya Istri, dipukul doang katanya. Karena mungkin anak saya belum makan, karena anak saya ini memang susah makan. Jadi saat itu sempoyongan gitu. Ya, sudah, disuruh duduk. Karena anak saya kayak yang enggak kuat duduk, itu saya kasih susu. Karena takut dingin, saya kasih air hangat," kata Imam.

Melihat korban masih sempoyongan, Imam kebingungan dan memutuskan untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Namun nahas, korban meninggal dunia di tengah perjalanan.
"Karena masih sempoyongan. 'Aduh, gimana ini', kata saya. Ya, sudah, kita bawa ke rumah sakit. Pas pertengahan jalan, anak saya sudah enggak gerak. Itu sekitar habis ashar," ujarnya.

Saat itu, permintaan istri untuk menguburkan anak mereka di Kabupaten Lebak secara diam-diam pun dituruti Imam. "Kata istri saya, biar dekat sama neneknya (dikubur di Lebak). Dan saya saking bingungnya, karena takut anak saya yang satu enggak ada yang jagain kalau istri saya ke kantor polisi. Karena yang saya pikirin yang satu itu (anak). Kata dia (Istri IS), biar bisa sekalian ziarah kalau pulang kampung. Ya, sudah kata saya boleh," kata dia.

Lia dan Imam membawa korban yang sudah tak bernyawa ke daerah Lebak pada 26 Agustus 2020 dengan menggunakan sepeda motor. Mereka pergi ke Lebak dengan mengajak anak mereka lainnya, alias kembaran korban. Ketiganya tiba di TPU Gunung Kendeng sekitar pukul 18.00 WIB.

Keduanya membawa jasad anaknya yang diletakkan di dalam kardus. Tubuh anaknya ditekuk agar muat di dalam kardus. "Dari keterangan saksi, bahwa tanggal 26 Agustus, IS (Imam) pernah meminjam cangkul kepada warga di Gunung Kendeng. Alasannya untuk mengubur kucing di TPU Gunung Kendeng," kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma.

Menurut David, korban memang selalu mendapat tindak kekerasan dari orang tuanya. Sebelum meninggal, korban dicubit dan dipukul lebih dari lima kali oleh ibunya menggunakan gagang sapu. Usai dipukul, anaknya itu terjatuh ke lantai.